Dapat Ancaman Bom, Austria Airline dari Tel Aviv ke Wina Terpaksa Mendarat Darurat di Bulgaria

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Senin, 19 Oktober 2026 - 16:08 WIB
Dapat Ancaman Bom, Austria Airline dari Tel Aviv ke Wina Terpaksa Mendarat Darurat di Bulgaria
Dapat ancaman bom, Austria Airline dari Tel Aviv ke Wina terpaksa mendarat darurat di Bulgaria. Foto/X/@viralosint
A
A
A
WINA - Sebuah ancaman bom memaksa penerbangan Austrian Airlines yang membawa 57 orang dari Tel Aviv menuju Wina untuk mengalihkan pendaratan ke Sofia, ibu kotaBulgaria, pada Minggu malam. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya ancaman bahaya.

"Kami mengonfirmasi adanya ancaman terhadap penerbangan OS82 pada 18 Oktober 2026, dari Tel Aviv menuju Wina (TLV ke VIE), yang mengharuskan pesawat tersebut melakukan pendaratan sementara di Sofia (SOF)," ungkap pihak maskapai dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, dilansir kantor berita Bulgaria, BTA.

"Selama pemeriksaan terhadap pesawat, penumpang, dan awak kabin, tidak ditemukan ancaman bahaya apa pun," ujar pihak maskapai, seraya menambahkan bahwa penerbangan kemudian dilanjutkan dari Sofia menuju Wina dengan seluruh penumpang kembali naik ke pesawat.

BTA melaporkan bahwa awak pesawat menerima ancaman bom saat pesawat sedang mendekati perbatasan Rumania, yang memicu Angkatan Udara Bulgaria untuk mengerahkan jet tempur MiG-29.

Lufthansa Group—perusahaan induk Austrian Airlines—, pihak Bandara Wina, dan Kementerian Dalam Negeri Austria tidak menanggapi permintaan komentar.

Menteri Dalam Negeri Austria dan Bulgaria dijadwalkan mengadakan konferensi pers di Wina pada hari Senin pukul 11.00 waktu setempat (09.00 GMT).

Insiden ini terjadi kurang dari tiga minggu setelah seorang kopilot dalam penerbangan maskapai flydubai tujuan Israel diduga menyerang kapten pilot menggunakan kapak dalam upaya untuk menjatuhkan pesawat tersebut.

Jaksa Agung Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pekan lalu bahwa seorang kopilot flydubai berkebangsaan Oman berniat mengambil alih penerbangan rute Dubai-Tel Aviv pada 30 September dan menabrakkan pesawat ke terminal di Bandara Ben Gurion, Israel, sebagai bagian dari serangan bunuh diri, sebelum akhirnya digagalkan oleh kapten pilot.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Presiden Macron Akui Gagal Tangani Kerusuhan di Prancis
International
Senin, 19 Oktober 2026 - 17:43 WIB
5 Latar Belakang Kerusuhan Pecah di Prancis dan Menyebar ke Seluruh Eropa
International
Senin, 19 Oktober 2026 - 17:06 WIB