Netanyahu Jengkel Israel Dicap Penjajah: Kami Bukan Orang Belanda di Indonesia!

img-redaksi Muhaimin
Senin, 19 Oktober 2026 - 14:30 WIB
Netanyahu Jengkel Israel Dicap Penjajah: Kami Bukan Orang Belanda di Indonesia!
PM Benjamin Netanyahu jengkel Israel dianggap sebagai penjajah. Foto/gov.il
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu merespons kesal pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang menuduh Israel telah merebut tanah dari orang-orang Palestina dan bertindak berlebihan. Netanyahu juga tak terima Israel disebut sebagai penjajah atau kolonial.

Obama menyampaikan komentar tersebut saat berkunjung ke Belfast, Irlandia Utara, pada Selasa pekan lalu.

"Bangsa Yahudi bukanlah penjajah asing di tanah leluhur kami," kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di X.

"Sejarah kami bukanlah proyek kolonial. Tanah kami bukan tanah curian. Ini adalah tanah air kami," lanjut Netanyahu, seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Senin (19/10/2026).

Netanyahu menyebut pernyataan Obama di Belfast sebagai "pernyataan yang disesalkan". Dia menekankan hubungan antara bangsa Yahudi dan Tanah Israel, seraya menyebut nama alkitabiah wilayah tersebut, yakni "Yudea".

"Di sanalah orang-orang Yahudi berasal," katanya. "Dan kami telah terikat dengan wilayah itu selama ribuan tahun."

PM Israel lantas membedakan negaranya dari negara-negara Eropa yang memiliki sejarah kolonial. Menurutnya, orang Yahudi di Israel tidak bisa disamakan dengan bangsa-bangsa Eropa yang pernah menjajah wilayah lain.

"Kami bukan orang Belanda di Indonesia...bukan orang Belgia di Kongo. Kami adalah orang Yahudi di Yudea," ujarnya.

Mengenai jalan menuju kesepakatan damai, Netanyahu mengatakan bahwa Israel bukanlah penghalang perdamaian. Menurut dia, hambatan justru berasal dari musuh-musuh di kawasan yang juga menjadi musuh bersama Israel dan Amerika Serikat.

Secara khusus, Netanyahu menyoroti penolakan pihak-pihak tersebut untuk mengakui hak bangsa Yahudi mendirikan negara sendiri, di perbatasan mana pun.

Dia menyinggung slogan "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika" yang kerap terdengar di negara-negara seperti Iran, yang dipandang sebagai musuh bersama AS dan Israel.

"Kami adalah ‘Setan Kecil', sedangkan Anda adalah ‘Setan Besar'," kata Netanyahu, merujuk pada sebutan yang kerap digunakan negara-negara tersebut untuk Israel dan AS.

Dia mengatakan kedua negara sedang "mempertahankan peradaban kita bersama".

"Perdamaian yang dibangun di atas ilusi akan hancur ketika berbenturan dengan kenyataan di Timur Tengah," ujar Netanyahu.

"Israel tidak akan mempertaruhkan kelangsungan hidupnya demi mengakomodasi mereka yang menolak menerima fakta sejarah, mengakui hak kami untuk eksis, atau mereka yang ingin menenangkan terorisme. Kami tentu tidak akan melakukannya; dan kami tidak akan pernah melakukannya," katanya mengakhiri pernyataan.

Pernyataan Obama pada Selasa disampaikan dalam percakapannya dengan jurnalis Susan McKay. Dia membahas reaksi rakyat Palestina terhadap penguasaan wilayah Israel secara budaya dan militer oleh bangsa Yahudi.

Obama mengatakan, "Orang-orang itu tentu saja bisa memahami bahwa mereka berkata, ‘Ini adalah ketidakadilan, dan saya ingin tanah saya kembali'."

"Faktanya, selama ribuan tahun, bangsa Yahudi mengalami penindasan, diskriminasi, dan pembunuhan," kata Obama saat itu. "Eropa bertanggung jawab atas sebagian besar penderitaan tersebut. Mereka tentu saja berusaha mencari tempat perlindungan."

Obama kemudian mengatakan bahwa jika sikap Israel adalah merasa berhak melakukan apa pun yang diperlukan dan mengambil apa pun yang diinginkan karena kini menjadi negara terkuat dan paling maju secara teknologi di kawasan, tanpa memberikan konsesi kepada pihak mana pun, pendekatan tersebut mungkin berhasil dalam jangka pendek.

"Namun, jika itu adalah posisi yang Anda ambil, Anda telah kehilangan pijakan moral," imbuh dia.

Menurut surat kabar The Irish Times, Obama juga memberikan nuansa lain dalam pembicaraan tersebut. Dia mengatakan jutaan warga Yahudi dan Palestina yang tinggal di kawasan itu "tidak akan pergi ke mana-mana".

"Warga Israel harus memikirkan kembali dan membayangkan ulang bagaimana anak-anak dan cucu-cucu Anda akan hidup di kawasan ini," katanya.

"Apakah Anda hanya akan berlindung di balik tembok dan memusnahkan semua orang di sekitar Anda, atau akankah Anda menemukan cara yang adil untuk membela diri sambil tetap bertindak secara etis dan bermoral?"

Obama menambahkan bahwa rakyat Palestina juga harus memahami bahwa mereka tidak akan bisa "membunuh lebih banyak" atau "mengungguli persenjataan" Israel.

"Kita harus melihat contoh-contoh lain tentang bagaimana perubahan bisa terjadi," katanya, seraya menunjuk pada "strategi tanpa kekerasan". "Proses itu akan membutuhkan waktu," pungkasnya.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Terungkap! China Pasok Komponen Rudal ke Houthi Yaman, Ini Imbalannya
International
Senin, 19 Oktober 2026 - 13:11 WIB
Baru Menjabat, Menhan Iran Langsung Ancam Kerusakan Luar Biasa terhadap AS
International
Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39 WIB