Tanamkan Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton Kudus Diikuti 360 Siswa

img-redaksi Susanto
Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:15 WIB
Tanamkan Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton Kudus Diikuti 360 Siswa
Tanamkan Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton Kudus Diikuti 360 Siswa. Foto: SINDOnews/HO
A
A
A
KUDUS - Sebanyak 360 siswa kelas 1 hingga 3 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengikuti MilkLife Festival SenengMinton 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 17–18 Oktober 2026. Festival ini menjadi upaya mengenalkan bulutangkis kepada anak-anak sejak dini melalui berbagai permainan yang interaktif dan menyenangkan.

Ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, dengan dukungan Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah, tersebut memasuki kota keempat dalam rangkaian penyelenggaraan 2026. Sebelumnya, festival digelar di Purwokerto pada April, Magelang pada September, dan Solo pada Oktober. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut ke Semarang pada Desember 2026.

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan festival sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi atlet. Menurutnya, kecintaan terhadap olahraga perlu ditumbuhkan sejak usia dini sebelum anak-anak diarahkan menuju pembinaan yang lebih serius.

"Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan bahwa kecintaan terhadap olahraga itu membutuhkan proses. Mulai dari usia dini, ketika adik-adik mengenal dan bermain bulutangkis, kemudian tumbuh rasa cinta hingga memiliki keinginan untuk menjadi atlet berprestasi. Ini menjadi ekosistem yang harus kita dukung dan kembangkan. Saya berterimakasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang melaksanakan festival ini bukan hanya di Kudus, tapi di empat kota lain. Saya berharap Pengprov lain juga turut mengenalkan bulutangkis seperti ini," ujar Fadil.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, pendekatan menyenangkan menjadi dasar MilkLife Festival SenengMinton agar anak-anak terlebih dahulu menyukai bulutangkis sebelum menjalani latihan yang lebih intensif. Program ini diharapkan turut memperkuat regenerasi atlet, terutama di Kudus yang memiliki sejarah panjang dalam pembinaan pebulutangkis berprestasi.

"Konsep utama dari SenengMinton adalah membuat anak-anak menyukai bulutangkis terlebih dahulu. Ketika mereka sudah senang bermain bulutangkis, secara bertahap mereka akan siap menjalani latihan yang lebih advance hingga nantinya meniti karier sebagai atlet. Semoga dari proses ini, dalam 10 tahun ke depan akan lahir kembali atlet-atlet berprestasi dari Kudus," kata Yoppy.

Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Festival SenengMinton Yuni Kartika menjelaskan, festival ini menjadi tahap awal sebelum peserta diarahkan mengikuti Kejuaraan SenengMinton. Kejuaraan tersebut menggunakan sistem rally point dengan ukuran lapangan setengah dari lapangan standar, sehingga anak-anak dapat mulai mengenal format pertandingan sebelum melanjutkan pembinaan di klub bulutangkis.

"Kami merancang MilkLife Festival SenengMinton agar siswa kelas 1 sampai 3 menyukai bulutangkis melalui permainan-permainan dasar yang melatih ketenangan, kecepatan, kekuatan dan ketepatan. Jenjang berikutnya ialah Kejuaraan SenengMinton agar mereka mulai terbiasa dengan format pertandingan, yang kemudian kami mengarahkan untuk lebih menekuni bulutangkis bergabung bersama klub. Dengan begitu, pathway regenerasi bulutangkis dapat tertata dengan baik. Semoga dari langkah ini, kembali lahir juara-juara dunia dari Kudus," ucap Yuni.

Antusiasme peserta juga terlihat di MI NU Baitul Mukminin. Guru kelas 2 sekaligus pendamping ekstrakurikuler bulutangkis, Islahul Umam, mengatakan minat siswa terhadap olahraga tersebut terus meningkat. Kegiatan ekstrakurikuler yang awalnya berlangsung seminggu sekali berkembang menjadi pintu masuk bagi puluhan siswa untuk mengenal bulutangkis dan berlatih di klub.

"Berawal dari ekstrakurikuler bulutangkis seminggu sekali, para siswa-siswi mulai mengenal apa itu olahraga bulutangkis. Lalu kehadiran MilkLife Festival SenengMinton membuat mereka punya tujuan untuk berlatih karena ingin menjadi wakil sekolah. Hal itu kemudian tumbuh menjadi minat yang kami arahkan supaya masuk ke klub bulutangkis di Kudus. Dulu mungkin hanya satu atau dua anak, tapi sekarang jumlahnya sudah puluhan. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan MilkLife Festival SenengMinton. Ajang ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi kami untuk terus berlatih dan berani berkompetisi," tutur Islahul.

Dari sisi kompetisi, SD Unggulan Muslimat NU menjadi juara kategori kelas 3. Salah satu anggota timnya, Min Amrina Rosyada atau Oca, mengaku senang bisa kembali naik podium untuk ketiga kalinya. Ia mengatakan rutin berlatih di rumah, termasuk melakukan servis, smash, dan lari, untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.

"Aku sangat suka bermain bulutangkis sejak diajak kakak untuk main bersama. Walaupun main bulutangkis capek, tapi aku senang dan merasakan keseruannya. Sebelum perlombaan ini, aku rajin latihan di rumah seperti service, smash dan lari. Aku senang ikut SenengMinton dan bangga bisa menang," kata Oca.

Ayah Oca, Ahmad Amir Faisol, mengatakan keluarga memberikan dukungan terhadap minat dan bakat putrinya. Menurutnya, festival ini tidak hanya mengenalkan bulutangkis, tetapi juga membantu melatih ketangkasan, kecepatan, dan konsentrasi anak. Ia berharap kegiatan serupa membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka.

MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026 mempertandingkan tujuh jenis permainan keterampilan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing the Shuttlecock, Zig Zag Run, Run, dan Drive to Target. Berbagai tantangan tersebut dirancang untuk melatih kemampuan motorik, koordinasi gerak, kelincahan, serta pengenalan teknik dasar bulutangkis.

Kompetisi menggunakan sistem beregu dengan lima peserta, terdiri dari tiga siswa dan dua siswi, pada setiap kategori kelas. Pada babak penyisihan, peserta kelas 2 dan 3 menjalani lima tantangan, sedangkan kategori kelas 1 tidak mengikuti Service to Target. Peserta yang lolos melaju ke babak eliminasi hingga final dengan jenis tantangan yang disesuaikan berdasarkan kategori usia dan kelas. Pada fase lanjutan, peserta kelas 3 menghadapi enam tantangan, sementara kategori kelas 2 tidak menjalani Drive to Target dan kategori kelas 1 tidak mengikuti Service to Target serta Drive to Target.

Selain kompetisi utama, festival juga menggelar lomba suporter yang diikuti siswa dari 24 SD dan MI di Kudus. Sebanyak 200 anak PAUD dan TK turut mencoba permainan bernuansa bulutangkis sebagai pengenalan olahraga sejak usia lebih dini. Para pemenang setiap kategori memperoleh piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor, yakni MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred, serta berbagai produk Savoria. Seluruh peserta dan guru yang berpartisipasi juga mendapatkan goodie bag.

Daftar Pemenang MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026

Kategori Kelas 1

Juara 1: MI Miftahul Ulum Jati — 04:32.73

Juara 2: MI NU Baitul Mukminin — 04:36.47

Semifinalis: MI NU Tarbiyatul Islam — 05:03.02

Semifinalis: SD Unggulan Muslimat NU — 05:03.54

Kategori Kelas 2

Juara 1: MI NU Baitul Mukminin — 06:07.24

Juara 2: MI NU Miftahut Tholibin — 06:17.57

Semifinalis: MI Negeri Kudus — 06:26.70

Semifinalis: MI NU Miftahut Ulum Jati — 06:31.19

Kategori Kelas 3

Juara 1: SD Unggulan Muslimat NU — 06:45.74

Juara 2: MI Miftahul Ulum Jati — 07:52.73

Semifinalis: MI NU Baitul Mukminin — 08:04.72

Semifinalis: MI NU Nurus Shofa — 07:58.01

Lomba Suporter

Juara 1: MI NU Miftahul Ulum Jati

Juara 2: MI Negeri Kudus

Juara 3: MI NU Pendidikan Islam
(sto)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Fajar/Fikri Juara Denmark Open usai Ganyang Ganda Malaysia
Sports
Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:08 WIB