Iran Beri Laporan Intelijen Presisi kepada Houthi untuk Menyerang Saudi

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:06 WIB
Iran Beri Laporan Intelijen Presisi kepada Houthi untuk Menyerang Saudi
The Wall Street Journal klaim Iran beri laporan intelijen kepada Houthi untuk menyerang Saudi. Foto/X/@clashreport
A
A
A
MEKKAH - The Wall Street Journal melaporkan bahwa dukungan dari Iran telah membantu kelompok Houthi melancarkan serangan yang paling kuat dan canggih sejauh ini terhadap Arab Saudi serta sekutu-sekutunya di Yaman.

Media asal Amerika Serikat tersebut mengutip sejumlah pihak yang mendapatkan informasi intelijen dari Arab Saudi dan aliansi anti-Houthi di Yaman.

Bantuan dari Iran telah membantu kelompok Houthi meraih keuntungan wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman, serta melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi—termasuk serangan yang menewaskan 13 orang di Riyadh pekan lalu.

Iran telah membantah ikut campur dalam urusan Yaman, dengan menyatakan bahwa kelompok Houthi adalah "aktor yang sepenuhnya independen".

Sementara itu, Turki al-Maliki, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman, menanggapi klaim kelompok Houthi yang mengaku telah menembak jatuh sebuah helikopter Apache di provinsi Najran, Arab Saudi.

Ia mengunggah foto helikopter Apache yang berada di landasan pacu dan menulis: "Helikopter ini akan segera turun ke medan laga. Ingatlah seperti apa wujudnya, agar kalian tidak lupa."

Unggahan Al-Maliki muncul setelah ia mengumumkan bahwa salah satu helikopter pengintai AH-6i milik koalisi telah jatuh di wilayah Najran akibat "gangguan teknis". Ia menyebutkan bahwa dua awak helikopter tewas dalam kecelakaan tersebut.

Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan bahwa kelompok Houthi telah membebaskan 159 orang yang ditahan terkait konflik yang masih berlangsung di Yaman.

Pihak ICRC mengatakan bahwa tim mereka turut membantu mempersiapkan para tahanan yang dibebaskan tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing.

Kelompok Houthi menyatakan bahwa 159 orang tersebut merupakan petempur yang berpihak pada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Menurut mereka, orang-orang tersebut "menyerahkan diri secara sukarela tanpa perlawanan" saat kelompok Houthi merebut posisi-posisi strategis di sepanjang Laut Merah bulan lalu.

Seorang pejabat Houthi, Abdelqader al-Murtada, mengatakan kepada wartawan bahwa para tahanan tersebut dibebaskan di bawah kebijakan amnesti. Ia menambahkan, total sebanyak 323 tahanan telah dibebaskan melalui kebijakan amnesti tersebut.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Klaim Helikopter Intai Jatuh di Najran Bukan Ditembak Houthi
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB
Iran Beri Laporan Intelijen Presisi kepada Houthi untuk Menyerang Saudi
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:06 WIB
Arab Saudi Eksekusi Mati 5 Warganya karena Jadi Teroris
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:43 WIB
Arab Saudi Terus Diserang Rudal Houthi, Mesir Siap Menolong Jika Diminta
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:07 WIB