Zhou Hongxu (dalam lingkaran), jenderal rahasia China yang selalu berada di dekat Presiden Xi Jinping dalam setiap pertemuan penting di luar negeri. Foto/Bhaskar English
BEIJING - Selama bertahun-tahun, seorang pria misterius terus terlihat bersama
Presiden China Xi Jinping. Dia hadir dalam setiap pertemuan resmi penting yang dihadiri Xi, berdiri atau duduk tidak jauh darinya.
Namun, berbeda dengan para diplomat senior China lainnya, hampir tidak ada orang yang mengetahui nama maupun identitas pria tersebut. Tidak ada biografi atau pengenalan resmi tentang dirinya kepada publik.
Kini, misteri tersebut akhirnya terungkap. Berkat daftar tamu yang diterbitkan Gedung Putih, pria itu teridentifikasi sebagai Zhou Hongxu, seorang mayor jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) berusia 55 tahun. Dia bertugas di salah satu organisasi keamanan China yang paling tertutup, yakni Biro Pengawal Pusat (Central Guard Bureau).
Identitasnya terungkap setelah dia menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada September lalu. Dalam daftar tamu resmi, namanya dicantumkan beserta sejumlah jabatan penting yang diembannya.
Sorotan terhadap "Pria Misterius"
Masyarakat China sebenarnya sudah tidak asing dengan wajah Zhou karena selama bertahun-tahun dia kerap terlihat bersama Presiden Xi Jinping. Namun, sebagian besar masyarakat tidak mengetahui nama dan identitasnya.
Zhou terlihat mendampingi Xi dalam KTT G20 di Bali pada 2022 dan pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di San Francisco pada 2023.
Pada 12 September, Zhou juga mendampingi Xi ketika bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi. Dalam siaran stasiun televisi pemerintah China,
CCTV, Zhou terlihat duduk di antara dua wakil menteri luar negeri China.
Zhou menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada 24 September. Kali ini, nama dan identitasnya tercantum dalam daftar tamu resmi Gedung Putih. Dia disebut dengan nama asli Zhou Hongxu.
Daftar tersebut menyebut Zhou sebagai mayor jenderal PLA, direktur Biro Pengawal Pusat, serta wakil direktur Kantor Umum Partai Komunis China.
Mengapa Sosoknya Jadi Sorotan Media?
Sosok miterius Zhou jadi sorotan media internasional. Sebab, sumber-sumber resmi China tidak pernah menyebut nama pria tersebut atau mengungkap identitasnya kepada publik. Beijing juga tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi bahwa Zhou menjabat sebagai kepala Biro Pengawal Pusat.
Siaran
CCTV dari acara jamuan makan malam Gedung Putih memperlihatkan Zhou berdiri di belakang Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Menurut biografi resmi yang terbatas dan diakses
South China Morning Post (
SCMP), Zhou lahir di Chongqing pada 1971. Dia memiliki gelar magister dari akademi artileri PLA dan memulai kariernya terutama di lingkungan militer China.
Sebelumnya, Zhou pernah menjabat sebagai komandan sebuah resimen artileri di Divisi ke-40, Grup Angkatan Darat ke-14. Dia kemudian menjadi kepala departemen pelatihan militer di markas Komando Wilayah Militer Chengdu yang saat itu masih beroperasi.
Sekitar 2021, Zhou mulai memimpin Biro Pengawal Pusat, menurut laporan SCMP. Dia juga terpilih menjadi delegasi Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China pada 2022.
Namun, peran Zhou tidak terbatas pada bidang militer. Biro Pengawal Pusat bertanggung jawab melindungi para pemimpin tertinggi China, termasuk presiden.
Zhou juga menjabat sebagai wakil direktur Kantor Umum Partai Komunis China, salah satu lembaga administrasi paling berpengaruh di negara tersebut.
Hubungannya dengan Xi Jinping
Untuk memahami pengaruh Zhou, perhatian perlu diarahkan pada kemunculannya yang berulang kali di sisi Xi Jinping. Dia berkali-kali terlihat mendampingi Xi dalam hampir semua perjalanan luar negeri penting dan pertemuan tingkat tinggi.
Kenaikan kariernya juga menarik perhatian karena dia disebut sebagai orang pertama dari luar struktur keamanan tradisional organisasi tersebut yang ditunjuk menjadi kepala Biro Pengawal Pusat.
Deng Yuwen, mantan wakil editor
Study Times, mengatakan kepada
CNN bahwa Zhou mungkin merupakan pejabat keamanan tingkat tinggi pertama yang terdokumentasi secara terbuka terlibat dalam diskusi diplomatik tingkat tinggi semacam itu.
Menurut Deng, ada kemungkinan Xi sengaja membiarkan Zhou tampil lebih terbuka di hadapan publik. Hal itu bisa menjadi sinyal bahwa Zhou berpotensi menerima tanggung jawab yang lebih besar pada masa mendatang.
Biro Pengawal Pusat didirikan pada 1950 dan berakar pada periode revolusi Partai Komunis China. Seiring berjalannya waktu, lembaga ini berkembang menjadi salah satu bagian paling tertutup dari aparat keamanan China.
Anggota biro tersebut sengaja tidak ditampilkan di hadapan publik. Bahkan, pendahulu Zhou, Wang Shaojun, juga merupakan sosok yang relatif misterius.
Wang meninggal pada April 2023, tetapi China baru mengonfirmasi kematiannya tiga bulan kemudian dengan menyebut penyakit yang tidak dirinci sebagai penyebabnya.
Baru setelah kematiannya, media pemerintah China mengonfirmasi bahwa Wang pernah menjabat sebagai direktur Biro Pengawal Pusat.
(mas)