Tangkapan layar dari rekaman CCTV menunjukkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, diserang rudal oleh kelompok Houthi Yaman. Foto/The Guardian
KAIRO -
Kerajaan Arab Saudi telah berkali-kali diserang rudal dan drone oleh kelompok Houthi Yaman. Mesir menyatakan bersedia menolong kerajaan tersebut jika diminta.
Tawaran bantuan itu disampaikan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Sabtu.
"Meskipun Mesir tidak mencari peran dalam konflik regional, tidak terbayangkan jika kami membiarkan Arab Saudi—keamanan maupun stabilitasnya—terganggu," katanya, sebagaimana dikutip
AFP, Minggu (18/10/2026).
Pernyataan al-Sisi ini disampaikan di saat kelompok Houthi di Yaman, yang didukung oleh Iran, meningkatkan serangan terhadap target-target di Kerajaan Arab Saudi, termasuk serangan terhadap fasilitas energi dan bandara utama di Riyadh.
"Mesir, tentu saja, dengan arahan dari Yang Mulia Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, akan mengambil langkah apa pun untuk melindungi atau membela Anda," ujar Sisi dalam upacara kelulusan di akademi militer Mesir.
"Saya tidak berbicara tentang memerangi atau menyerang siapa pun," tegas Sisi. "Kami hanya berbicara mengenai pertahanan."
"Saya tahu hal ini memerlukan persetujuan dari parlemen Mesir, dan saya meminta agar sidang darurat diadakan supaya parlemen dapat memberikan wewenang tersebut jika kami diminta," imbuh pemimpin Mesir tersebut.
Sidang darurat di parlemen Mesir diperkirakan akan digelar pada hari Minggu untuk mempertimbangkan pemberian wewenang terkait kemungkinan bantuan dalam pertahanan Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi dalam posisi terdesak dalam perang melawan kelompok Houthi.
Konflik Houthi vs Arab Saudi
Kelompok Houthi telah berkonflik dengan Arab Saudi sejak kerajaan tersebut terlibat dalam perang saudara di Yaman dengan memimpin koalisi militer untuk melawan kelompok yang didukung Iran itu pada tahun 2015.
Kelompok Houthi telah berulang kali melancarkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Seminggu yang lalu, salah satu serangan tersebut menewaskan 13 orang—insiden paling mematikan di negara itu dalam lebih dari satu dekade.
Mesir dan Arab Saudi memiliki hubungan strategis dan ekonomi yang kuat. Mesir merupakan bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang turun tangan pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman dalam melawan kelompok Houthi.
Gangguan di Laut Merah akibat serangan kelompok Houthi telah berdampak pada pendapatan yang diperoleh dari lalu lintas pelayaran di Terusan Suez.
(mas)