Viral! Kapal Kargo Tenggelam di Selat Hormuz, Nelayan Iran Berebut Ambil iPhone

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB
Viral! Kapal Kargo Tenggelam di Selat Hormuz, Nelayan Iran Berebut Ambil iPhone
Para nelayan Iran berebut mengambil iPhone dan parfum Prancis dari kapal kargo GFS Pride yang tenggelam di Selat Hormuz. Foto/NDTV
A
A
A
TEHERAN - Ratusan nelayan berbondong-bondong menuju perairan di sepanjang pesisir Teluk Iran di kawasan Selat Hormuz menggunakan perahu nelayan kecil dan kapal penyelamat setelah kapal kargo GFS Pride tenggelam. Mereka berebut mengabil iPhone, parfum Prancis, dan berbagai barang lainnya dari kapal yang karam tersebut.

Kapal kargo itu tenggelam pada 14 Oktober lalu setelah diduga menabrak ranjau. Video dari momen berebut iPhone tersebut telah viral di media sosial.

"Kami sedang berkumpul dan menuju Selat Hormuz," kata seorang pria dalam sebuah video. "Kami mendengar sebuah kapal kontainer tenggelam, jadi kami akan mengambil iPhone dan parfum."

Rekaman dari lokasi menunjukkan sejumlah perahu bergerak di antara kontainer yang sebagian terendam air. Para pria terlihat berusaha menarik kotak-kotak barang dari laut. Dalam salah satu video, sebuah perahu kecil tampak kesulitan menarik satu kontainer pengiriman secara utuh.

Apa Penyebab Kapal Kontainer Itu Tenggelam?



Singapura, negara yang benderanya digunakan oleh GFS Pride, menyatakan bahwa kapal tersebut tenggelam setelah kebakaran terjadi di atas kapal. Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Namun, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa kapal tersebut memasuki jalur pelayaran yang "tidak diizinkan dan berbahaya" sebelum akhirnya menabrak ranjau laut. Insiden itu kemudian memicu kebakaran.

Kapal tersebut tenggelam bersama lebih dari 2.500 kontainer yang berada di atasnya.

Tenggelamnya kapal itu terjadi ketika serangan terhadap pelayaran komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz semakin intensif. Serangan IRGC mencapai frekuensi tertinggi sejak perang dimulai pada akhir Februari, meskipun jumlah kapal yang benar-benar tenggelam relatif sedikit.

GFS Pride menjadi kapal kedua yang tenggelam dalam kurun waktu 24 jam dan kapal ketiga yang karam sejak perang dimulai. Kapal pertama adalah Cape Dao, yang berbendera Antigua dan Barbuda, yang hilang dalam sebuah serangan pada 23 September.

Angkatan Laut IRGC telah memperingatkan kapal-kapal agar menjauhi wilayah tersebut. Mereka juga mengimbau para nelayan setempat untuk berhati-hati ketika berada di sekitar kontainer yang mengapung di permukaan laut.

Teheran pada hari Jumat menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan bergantung pada penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari kawasan tersebut.

Juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia memperingatkan bahwa pasukan Iran akan mengusir tentara AS jika mereka tetap bertahan di kawasan itu.

"Jika Amerika meninggalkan kawasan ini, Selat Hormuz akan dibuka, keamanan kolektif akan terwujud dengan partisipasi negara-negara kawasan, dan perekonomian global akan membaik. Namun, jika mereka tidak pergi, kami akan mengusir mereka," katanya.

Akraminia menyalahkan Washington atas ketidakamanan di perairan sebelah timur Selat Hormuz.

Dia juga mendesak para pemilik kapal untuk menggunakan koridor pelayaran yang telah ditetapkan oleh angkatan bersenjata Iran. Dia mengeklaim bahwa kapal-kapal yang mengikuti jalur tersebut akan berada dalam kondisi aman.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Eksekusi Mati 5 Warganya karena Jadi Teroris
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:43 WIB
Arab Saudi Terus Diserang Rudal Houthi, Mesir Siap Menolong Jika Diminta
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:07 WIB
3 Alasan 19 Negara Islam Ini Kecam Pembukaan Kedubes Kolombia di Yerusalem
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:30 WIB