Serangan Udara Tidak Efektif, Pakar Militer Sarankan Saudi Kirim Pasukan Darat ke Yaman

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:15 WIB
Serangan Udara Tidak Efektif, Pakar Militer Sarankan Saudi Kirim Pasukan Darat ke Yaman
Serangan udara dinilai tidak efektif, pakar militer sarankan Arab Saudi kirim pasukan darat ke Yaman. Foto/X
A
A
A
MEKKAH - Serangan rudal kelompok Houthi kemungkinan akan terus berlanjut meskipun koalisi pimpinan Arab Saudi telah melancarkan kampanye udara terhadap kelompok tersebut. Itu diungkapkan Rob Geist Pinfold, seorang dosen keamanan internasional di King's College London, kepada Al Jazeera.

Pinfold menjelaskan bahwa rudal-rudal tersebut dapat ditembakkan dengan cepat dari truk tanpa memerlukan lokasi peluncuran khusus, sehingga sulit untuk dijadikan sasaran. Ia menambahkan, banyak rudal yang berhasil lolos dan "menghantam infrastruktur vital" di Riyadh.

Analis tersebut menyatakan bahwa Arab Saudi lebih membutuhkan "pengerahan pasukan darat" daripada tambahan kekuatan udara. Ia merujuk pada keterbatasan kampanye udara—seperti yang pernah terlihat dalam konteks ketegangan antara AS-Israel dengan Iran.

Namun, menurutnya, pihak Arab Saudi enggan mengerahkan pasukan tempur ke Yaman. Meskipun kelompok anti-Houthi dan pasukan pro-pemerintah sudah berada di lapangan, masalah utamanya terletak pada aspek "komando dan kendali".

Ia menambahkan, Arab Saudi tidak sepenuhnya memiliki kendali yang cukup atas kelompok-kelompok tersebut untuk memastikan mereka menjalankan tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh Saudi.

Apalagi, pertempuran di Taiz semakin sengit dalam beberapa hari terakhir seiring upaya pasukan Houthi untuk mengepung kota tersebut. Mereka telah merebut sejumlah distrik yang mengarah ke Jebel Sabar—sebuah gunung yang menghadap ke kota itu—sehingga menempatkan Houthi pada posisi yang lebih tinggi untuk memantau jalan raya dan pergerakan militer yang masuk. Penguasaan atas gunung ini akan memberikan keunggulan militer strategis bagi mereka untuk mengambil alih kota, tanpa perlu menempatkan pasukan di dalam kota itu sendiri.

Menurut berbagai laporan, pertempuran terutama terjadi di bagian barat daya kota, tempat pasukan pemerintah berupaya merebut kembali wilayah mereka. Pasukan pemerintah juga mendapatkan dukungan udara dari Arab Saudi, yang telah membombardir posisi-posisi Houthi di wilayah barat daya Taiz.

PBB menyatakan bahwa situasi kemanusiaan di kota tersebut memburuk dari hari ke hari, karena pasokan makanan dan kebutuhan medis terhalang untuk masuk akibat kondisi yang kian parah.

PBB memperingatkan bahwa persediaan tepung dan gandum kini sangat menipis; gas untuk memasak sulit ditemukan, sementara harga bahan bakar terus melonjak. Kelompok Houthi dilaporkan telah meminta pasukan pemerintah di Taiz untuk menyerah secara damai, namun bentrokan masih terus terjadi.

Jika pasukan pemerintah kehilangan kendali atas Taiz, hal itu akan menjadi pukulan telak, mengingat Taiz dianggap sebagai salah satu basis pertahanan utama pemerintah di wilayah selatan negara tersebut.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
3 Alasan 19 Negara Islam Ini Kecam Pembukaan Kedubes Kolombia di Yerusalem
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:30 WIB