Katie Zacharia, mantan jubir Donald Trump, diundang ke Beijing karena sebut China memiliki toilet yang tidak layak. Foto/X/@KatieZacharia
WASHINGTON - Beijing mengundang Katie Zacharia—yang kini telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih—untuk lebih sering berkunjung keChina, menyusul pernyataannya dalam sebuah wawancara baru-baru ini yang menyebutkan bahwa negara tersebut tidak memiliki "toilet yang layak."
Zacharia, yang dipecat oleh Presiden Donald Trump kurang dari seminggu setelah menjabat—menyusul serangkaian sorotan tajam terhadap dirinya—menuai kritik keras atas komentarnya mengenai fasilitas toilet saat berbincang dengan podcaster sayap kanan, Jack Posobiec, pada hari Kamis.
"Saya ingat betul, saat baru saja kembali dari China, saya berpikir: bagaimana mungkin Tiongkok menjadi negara yang akan mendominasi di masa depan? Mereka bahkan tidak memiliki toilet yang layak," ujarnya, dilansir CNN.
Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi mengenai persepsi yang muncul menjelang pemilihan umum AS tahun 2016, di mana saat itu berkembang anggapan bahwa masa kejayaan Amerika telah berakhir dan China sedang bangkit.
Saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan tersebut pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, melontarkan sindiran: "Dia dipersilakan untuk datang dan melihat China lebih sering jika memiliki kesempatan."
Di Weibo, platform media sosial populer di China yang serupa dengan X, banyak warganet menyebut komentar Zacharia sebagai pernyataan yang "bodoh." Sementara itu, beberapa orang lainnya mengakui bahwa satu dekade lalu, standar fasilitas toilet di sejumlah tempat memang masih kurang memadai.
Sejak melakukan reformasi dan membuka ekonominya pada akhir tahun 1970-an, Tiongkok telah melesat menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, mengangkat ratusan juta penduduknya dari kemiskinan, dan mengubah wajah negara tersebut secara drastis. Namun, kesenjangan pembangunan masih terasa nyata, terutama antara wilayah perkotaan dengan daerah pedesaan atau wilayah terpencil.
Mengapa Trump memutuskan untuk memecat Katie Zacharia sebagai sekretaris pers setelah hanya lima hari menjabat: ‘Apakah ada yang memeriksa latar belakangnya?'
Masa kerja Zacharia di China hanyalah salah satu sorotan dalam kariernya yang memicu pengawasan ketat dari media, menyusul penunjukannya yang singkat dan penuh gejolak sebagai sekretaris pers Gedung Putih.
Seorang pejabat Gedung Putih sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa Zacharia pernah tinggal di China bersama suaminya.
Dalam profil LinkedIn-nya, Zacharia mencantumkan bahwa ia pernah bekerja sebagai "rekan" (associate) di tim praktik internasional pada salah satu firma hukum terbesar di negara tersebut, Zhong Lun, di Beijing selama hampir dua tahun mulai tahun 2011.
Dalam sebuah pernyataan, Zacharia mengatakan bahwa ia telah "mempraktikkan hukum transaksi internasional, dengan semua kredensial yang sesuai."
Menurut Kementerian Kehakiman China, hanya warga negara China yang dapat memperoleh izin untuk berpraktik hukum di negara tersebut; oleh karena itu, tidak jelas kredensial seperti apa yang mungkin ia miliki.
(ahm)