Iran Terus Kembangkan Teknologi Militer agar Musuh Tak Berani Menyerang

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:20 WIB
Iran Terus Kembangkan Teknologi Militer agar Musuh Tak Berani Menyerang
Iran terus kembangkan teknologi militer agar musuh tidak berani menyerang. Foto/X
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pencapaian Iran baru-baru ini dalam "teknologi canggih, termasuk pembuatan rudal, menunjukkan kapasitas berharga dari sumber daya manusia dan kemampuan ilmiah negara ini".

Pezeshkian menyampaikan hal tersebut di Islamshahr, dekat Teheran, dalam upacara peresmian lembaga pendidikan setempat, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.

"Namun, kita bisa melakukan jauh lebih baik daripada situasi saat ini, sehingga Iran mencapai posisi di mana tidak ada musuh yang berani menyerang," ujarnya kepada para hadirin. "Pendidikan memainkan peran mendasar dalam melatih orang-orang yang cakap untuk mencapai tujuan ini."

Sebelumnya, Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di Baghdad untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang dinilai penting dalam dua aspek.

Pertama, terkait hubungan antara Baghdad dan Teheran. Kita tahu bahwa hubungan ini penting dalam berbagai dimensi, mulai dari pasar energi dan penerapan sanksi terhadap Iran, hingga ikatan geostrategis yang telah lama terjalin antara Iran dan Irak.

Isu-isu bilateral diperkirakan akan menjadi salah satu topik dalam agenda tersebut, dan Araghchi berencana untuk mengadakan pertemuan dengan sejumlah mitranya dari berbagai negara di kawasan. Hal ini merupakan bagian dari agenda Iran untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada negara-negara di kawasan tersebut. Salah satu pesan yang disampaikan adalah bahwa eskalasi lebih lanjut akan meningkatkan risiko terjadinya perang yang berkepanjangan (perang atrisi) serta konflik yang meluas hingga ke luar batas wilayah kawasan ini.

Dalam konteks tersebut, Iran terus memberikan sinyal peringatan bahwa jika wilayah negara-negara tetangga digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran, maka pangkalan militer AS maupun wilayah negara-negara tersebut tidak akan lagi aman.

Langkah ini merupakan bagian dari konsultasi berkelanjutan yang dilakukan Iran dengan negara-negara di kawasan guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Sementara itu, Iran berupaya menunjukkan kekuatannya terkait kendali dan otoritas yang selama ini mereka klaim atas Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terus menegaskan bahwa selat tersebut tertutup, dan siapa pun yang mendekati selat itu tanpa izin atau koordinasi dengan pihak Iran akan menghadapi risiko yang dapat membahayakan kargo mereka.

Perlu diingat pula bahwa Iran terus melontarkan retorika—seperti yang disampaikan hari ini oleh penjabat menteri pertahanan negara tersebut—yang menyatakan, "Nama dan jangkauan bom Anda tidaklah penting."

Meski diwarnai retorika semacam itu, Teheran berupaya untuk tetap membuka pintu bagi diplomasi.

Diketahui bahwa sempat ada upaya diplomasi antara Muscat dan Teheran terkait pembukaan kembali selat tersebut. Namun, dalam konteks yang lebih luas, hal ini sangat bergantung pada arah pembicaraan antara Teheran dan Washington, yang hingga kini masih menyisakan sejumlah poin perdebatan.

Iran terus menegaskan klaimnya bahwa selat tersebut akan tetap tertutup selama syarat dan tuntutan mereka belum dipenuhi.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Hizbullah: Arab Saudi Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu di Yaman
International
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:35 WIB
Iran Terus Kembangkan Teknologi Militer agar Musuh Tak Berani Menyerang
International
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:20 WIB
Rencana Operasional Baru Iran Akan Paksa Kapal Perang AS Jauhi Timur Tengah
International
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:04 WIB