Ingatkan Perjuangan Hazrat Zaynab, Mojtaba: Perempuan Iran Jadi Teladan Melawan Musuh

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:10 WIB
Ingatkan Perjuangan Hazrat Zaynab, Mojtaba: Perempuan Iran Jadi Teladan Melawan Musuh
Mojtaba Khamenei ingatkan perempuan Iran jadi teladan melawan musuh. Foto/X
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa "jaringan jahat arogansi global" terus berupaya keras untuk menimpakan ketidakadilan dan penderitaan kepada bangsa-bangsa yang merdeka dan gigih melawan—terutama Iran—termasuk melalui pembatasan akses terhadap pengobatan medis dan obat-obatan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sang Pemimpin dalam sebuah pesan untuk memperingati Hari Perawat Nasional pada hari Jumat. Peringatan ini dirayakan setiap tahun bertepatan dengan hari kelahiran Hazrat Zaynab, cucu dari Nabi Muhammad (saw).

Ingatkan Perjuangan Hazrat Zaynab, Mojtaba: Perempuan Iran Jadi Teladan Melawan Musuh

1. Hazrat Zaynab Jadi Inspirasi Perempuan Iran

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menuturkan bahwa kehidupan Hazrat Zaynab—khususnya perannya dalam peristiwa epik Asyura—mencerminkan kasih sayang, kesabaran, keberanian, dan keteguhan hati; kualitas-kualitas yang hingga kini terus menginspirasi kaum perempuan dan gadis-gadis di Iran.

Ia menyebutkan bahwa sejak awal, sejarah Revolusi Islam Iran telah diwarnai oleh berbagai bentuk partisipasi kaum perempuan dan gadis Iran yang terinspirasi oleh sosok Hazrat Zaynab.

Menurutnya, keterlibatan ini mencapai skala yang luar biasa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, selama mobilisasi nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam "Pertahanan Suci Ketiga" sebuah istilah yang merujuk pada agresi AS-Israel terhadap Iran yang berlangsung sejak bulan Februari.

Ia menambahkan, kaum perempuan Iran yang terinspirasi oleh Hazrat Zaynab kini memainkan peran penting di berbagai bidang, terutama di ruang publik—baik di kota maupun desa—dengan menjadi teladan dalam menjelaskan realitas perang serta menunjukkan semangat perlawanan di balik garis depan.

Ia mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan yang saat ini berupaya menimpakan penderitaan, rasa sakit, dan penindasan terhadap bangsa Iran, merasa tidak mampu menghadapi mobilisasi yang begitu luas ini.

2. Mengutamakan Kualitas Moral dan Nilai Kemanusiaan

Ayatollah Khamenei menjelaskan bahwa hari kelahiran Hazrat Zaynab sangat tepat ditetapkan sebagai Hari Perawat di Iran, mengingat kasih sayangnya terhadap mereka yang tertimpa musibah, empatinya terhadap mereka yang menderita, serta pengorbanan dirinya dalam melayani sesama. Ia menambahkan, banyak dari kualitas moral dan nilai-nilai kemanusiaan tersebut tercermin dalam diri komunitas perawat yang penuh dedikasi dan sangat berharga.

Ia menggambarkan peran perawat—seperti halnya peran dokter, guru, pendidik, ulama, dan petugas bantuan—sebagai... ...para pekerja, sebagai sosok yang menghidupkan harapan dan memberikan ketenangan.

"Seorang perawat terkadang dianggap sebagai malaikat penolong; di saat menghadapi sikap mudah marah dan ketidaksabaran dari orang-orang yang sedang menderita atau kesakitan, mereka justru menciptakan kondisi yang mendukung ketenangan pikiran, harapan, pemulihan, dan pengobatan bagi pasien—yang pada gilirannya membuka jalan bagi turunnya rahmat ilahi," tambahnya.

Ayatollah Khamenei menuturkan, berbeda dengan dokter—yang pekerjaannya umumnya tidak menuntut kehadiran terus-menerus di samping tempat tidur pasien—perawat harus senantiasa mendampingi pasien dengan penuh kesabaran. Dampak dari kehadiran ini melampaui sekadar perawatan fisik; hal ini turut meringankan penderitaan psikologis dan emosional, serta dalam banyak kasus, mencegah munculnya keputusasaan.

"Dengan cara ini, sesuatu yang berada di luar jangkauan para dokter dapat terwujud melalui peran yang penuh welas asih ini," ujarnya.

3. Melawan Arogansi Global

Di tengah tekanan dari jaringan jahat arogansi global—yang terus berupaya menimbulkan berbagai bentuk ketidakadilan dan kejahatan terhadap bangsa-bangsa yang merdeka dan tangguh, khususnya bangsa Iran—Ayatollah Khamenei menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada para perawat.

Ia menyebutkan bahwa penerapan berbagai pembatasan terhadap akses pengobatan dan obat-obatan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menimpakan penderitaan kepada rakyat Iran.

Menurutnya, memperkuat komunitas perawat—serta menjaga dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, moral, motivasi, dan martabat mereka—sangatlah penting bagi kesehatan fisik maupun psikologis serta keamanan masyarakat, terutama bagi mereka yang telah mendedikasikan diri untuk bekerja di institusi publik maupun lembaga non-swasta.

Ia pun menyerukan kepada para pejabat di sektor kesehatan untuk menjadikan prioritas-prioritas tersebut sebagai inti dari pekerjaan mereka, seraya terus memperkuat komitmen dalam menjalankan tanggung jawab yang diemban.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Eksekusi Mati 5 Warganya karena Jadi Teroris
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:43 WIB
Arab Saudi Terus Diserang Rudal Houthi, Mesir Siap Menolong Jika Diminta
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:07 WIB
3 Alasan 19 Negara Islam Ini Kecam Pembukaan Kedubes Kolombia di Yerusalem
International
Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:30 WIB