Anggota Kongres AS Sebut Netanyahu Pembohong Berlumuran Darah Anak-anak Palestina

img-redaksi Syarifudin
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:29 WIB
Anggota Kongres AS Sebut Netanyahu Pembohong Berlumuran Darah Anak-anak Palestina
Anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna
A
A
A
WASHINGTON - Anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, menyatakan para pemukim Israel beroperasi tanpa takut akan hukuman di Tepi Barat. Pernyataan itu setelah serangan baru-baru ini terhadap seorang fotografer Washington Post.

Dalam dua unggahan di platform X, Khanna menyoroti penyerangan terhadap jurnalis foto Heidi Levine, dengan mengatakan para penyerang "mengangkatnya, lalu melemparkannya kembali ke tanah dan terus menendangnya."

Khanna menyerukan penghentian bantuan AS, dengan mengatakan, "Kita harus memutus bantuan kepada Israel yang digunakan untuk mendanai aktivitas para pemukim, serta menghentikan penjualan senjata-senjata ini."

Ia juga menceritakan pengalamannya sendiri pada bulan Juli, ketika ia dan seorang fotografer New York Times ditahan oleh para pemukim di Khirbet Zanuta. Ia menyebutkan bahwa saat itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduhnya sebagai pembohong.

"Netanyahu, Anda-lah pembohong itu, yang tangannya berlumuran darah anak-anak Palestina," ujar Khanna.

Sementara itu, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 340 anak dan melukai ratusan lainnya sejak kesepakatan "gencatan senjata" Oktober 2025 mulai berlaku, ungkap seorang juru bicara UNICEF.

Dalam konferensi pers di markas PBB di Jenewa, Ricardo Pires mengatakan serangan terhadap warga Palestina terus berlanjut "di tengah blokade yang masih berlangsung" di Jalur Gaza.

"Serangan selama dua minggu terakhir telah merenggut nyawa lima anak laki-laki dan dua anak perempuan," kata Pires. "Setidaknya 33 anak lainnya mengalami luka serius."

Ia menambahkan, sekitar 800.000 anak di Gaza masih hidup dalam kondisi mengungsi; sebagian besar dari mereka berlindung di dalam tenda atau bangunan yang tidak aman.

Ia mencatat kondisi diperkirakan akan semakin memburuk pada bulan-bulan musim dingin mendatang. Ini menandai tahun keempat secara berturut-turut di mana anak-anak Palestina harus bertahan dalam kondisi yang tidak layak huni dan tidak manusiawi.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Wapres AS Vance Mengaku Berbeda Pendapat dengan Trump terkait Perang Iran
International
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB
Sebelum Perang Iran, AS Sudah Kekurangan Sistem Pertahanan Rudal hingga 2030
International
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:22 WIB
Sekretaris Pers Trump, Katie Zacharia Dipecat setelah 5 Hari Kerja
International
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:46 WIB