Allah Janjikan Keberkahan bagi Orang Beriman dan Bertakwa, Ini Dalilnya

img-redaksi Widaningsih
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:42 WIB
Allah Janjikan Keberkahan bagi Orang Beriman dan Bertakwa, Ini Dalilnya
Dua langkah penting untuk meraih keberkahan hidup, yakni memperkuat iman dan mewujudkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Foto ilustrasi/Sindonews
A
A
A
Setiap Muslim tentu mendambakan kehidupan yang tenang, rezeki yang mencukupi, serta aktivitas sehari-hari yang membawa manfaat. Dalam Islam, salah satu hal yang menjadi harapan tersebut adalah keberkahan hidup.

Keberkahan atau barakah bukan semata-mata berkaitan dengan banyaknya harta, panjangnya usia, atau tingginya jabatan. Lebih dari itu, keberkahan tercermin dari kebaikan yang Allah SWT limpahkan sehingga sesuatu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Yogyakarta, Ustaz Abu Ayyub, menjelaskan dua langkah penting untuk meraih keberkahan hidup, yakni memperkuat iman dan mewujudkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Memperkuat Iman kepada Allah SWT

Iman merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Keyakinan kepada Allah SWT menjadi landasan bagi seseorang untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menghadapi berbagai persoalan hidup dengan tetap berpegang pada ajaran Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Abu Ayyub menyampaikan sebuah ungkapan yang menggambarkan pentingnya keyakinan yang kokoh kepada Allah.

"Jika dia menyiapkan 1.000 dalil tentang adanya Allah, berarti dia punya 1.000 keraguan tentang adanya Allah."

Ungkapan tersebut menekankan bahwa keimanan tidak cukup dibangun melalui argumentasi semata, tetapi juga harus disertai keyakinan yang mantap. Dalam Islam, akal memiliki kedudukan penting, tetapi pemahaman dan keyakinan seorang Muslim juga harus berlandaskan petunjuk Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW.

Ajaran Islam yang diturunkan lebih dari 1.400 tahun lalu tetap menjadi pedoman bagi umat manusia karena bersumber dari wahyu Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim perlu menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai rujukan dalam menentukan sikap dan menjalani kehidupan.

Salah satu contoh keteguhan iman dapat dilihat dari kisah Mush'ab bin Umair, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal berasal dari keluarga terpandang di Makkah.

Mush'ab rela meninggalkan kehidupan mewah demi mempertahankan keimanannya. Rasulullah SAW kemudian mengutusnya ke Madinah untuk mengajarkan Islam kepada masyarakat setempat.

Dengan keteguhan iman, akhlak yang baik, dan pendekatan dakwah yang bijaksana, Mush'ab berperan penting dalam penyebaran Islam di Madinah. Salah satu tokoh yang memeluk Islam melalui dakwahnya adalah Sa'ad bin Mu'adz, pemimpin kaum Aus yang kemudian turut berpengaruh dalam perkembangan masyarakat Muslim di Madinah.

Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa iman yang kuat dapat mendorong seseorang mengutamakan kebenaran dan pengabdian daripada kemewahan duniawi. Keimanan juga dapat menjadi sumber kekuatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

2. Mewujudkan Iman dengan Ketakwaan

Iman tidak berhenti pada keyakinan di dalam hati. Keimanan yang benar seharusnya tercermin dalam perilaku, ketaatan menjalankan syariat, serta kesungguhan meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Inilah yang disebut takwa. Orang yang bertakwa berusaha menjaga niat, lisan, harta, waktu, dan seluruh tindakannya agar tetap berada dalam batas-batas yang diridai Allah.

Takwa juga menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ


Artinya: "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS Al-A'raf: 96).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa iman dan takwa memiliki hubungan erat dengan keberkahan yang Allah limpahkan kepada manusia.

Namun, keberkahan tidak selalu berarti seseorang terbebas dari kesulitan atau memiliki kekayaan berlimpah. Keberkahan dapat hadir melalui rezeki yang halal dan mencukupi, keluarga yang saling menguatkan dalam kebaikan, ilmu yang bermanfaat, serta kesempatan untuk terus beramal saleh.

Ketakwaan juga mendorong seseorang untuk menjalankan pekerjaan secara jujur, menjauhi kecurangan, menjaga amanah, dan memperlakukan orang lain dengan baik. Dengan demikian, nilai-nilai agama tidak hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan profesional.

Karena itu, siapa pun yang menginginkan kehidupan penuh berkah perlu berusaha menyelaraskan keyakinan dengan perbuatan. Iman menjadi fondasi, sedangkan takwa merupakan wujud nyata dari keyakinan tersebut.

Pesan utama dari kajian Ustaz Abu Ayyub tersebut adalah pentingnya membangun kehidupan di atas dua fondasi utama: iman yang kokoh dan takwa yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dengan memperkuat iman, seorang Muslim memiliki pegangan dalam menjalani kehidupan. Dengan ketakwaan, keyakinan tersebut diterjemahkan menjadi amal saleh dan akhlak yang baik.

Karena itu, langkah meraih keberkahan hidup dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memperbaiki kualitas ibadah, menjaga kejujuran, menunaikan amanah, serta memperbanyak perbuatan baik.

Iman menguatkan keyakinan, sedangkan takwa membuktikan keyakinan melalui perbuatan. Keduanya menjadi fondasi penting bagi seorang Muslim dalam menjemput keberkahan hidup yang diridai Allah SWT.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
7 Kunci Meraih Keberkahan Hidup, Bukan Sekadar Harta Melimpah
Kalam
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:43 WIB
Makna Berkah dalam Islam dan 4 Ciri Orang yang Mendapatkannya
Kalam
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:15 WIB
9 Etika Bermedsos dalam Islam, Jaga Lisan hingga Jejak Digital
Kalam
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 18:28 WIB
Jejak Digital di Medsos, Setiap Unggahan ada Catatan Amalnya!
Kalam
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 11:32 WIB