Israel Kemungkinan Tidak akan Menyerang Iran sebelum Pemilu

img-redaksi Syarifudin
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:04 WIB
Israel Kemungkinan Tidak akan Menyerang Iran sebelum Pemilu
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Terdapat keyakinan luas di kalangan tokoh politik dan keamanan Israel bahwa negara tersebut tidak akan menyerang Iran menjelang pemilihan parlemen pada 27 Oktober. Kabar itu dilaporkan Ynet News pada hari Kamis (15/10/2026).

Laporan ini muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Army Radio pada hari Rabu bahwa melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran saat ini akan menjadi langkah yang "tidak tepat". Namun, ia mengeklaim "kelompok proksi Iran" sedang merencanakan untuk menembakkan roket ke arah Israel.

"Bahkan jika Iran menembakkan rudal ke arah kita, mereka akan menyalahkan saya," ujarnya, seraya menambahkan Israel akan membalas setiap serangan yang terjadi.

Netanyahu berupaya menepis spekulasi yang muncul menyusul laporan dari Channel 12, yang mengklaim ia telah mendesak Washington untuk menyerang Iran sebelum pemilihan umum Israel dan pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan pada 3 November.

Awal pekan ini, Axios mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan Netanyahu "tampaknya ingin kembali melancarkan aksi" terhadap Iran. Kantor Netanyahu membantah klaim tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengisyaratkan ia dapat melanjutkan kampanye pengeboman jika Iran tidak menerima persyaratan yang ia ajukan.

Media Amerika melaporkan Pentagon telah menyiapkan rencana untuk menggunakan bahan peledak konvensional berskala besar yang dijuluki "ibu dari segala bom" (mother of all bombs).

Meski demikian, Gedung Putih membantah Trump dan Netanyahu telah mendiskusikan kemungkinan dimulainya kembali perang.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik telah menemui jalan buntu, dengan Washington dan Teheran saling menuduh satu sama lain mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima.

Para pejabat Iran telah memperingatkan negara mereka siap menghadapi perang kembali jika pasukan Amerika atau Israel melancarkan serangan baru.

Pemilihan umum Knesset akan menentukan apakah Netanyahu dapat tetap berkuasa setelah lebih dari tiga tahun memimpin dengan koalisi partai-partai sayap kanan dan keagamaan.

Ia menghadapi tuduhan kegagalan intelijen menjelang serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023—yang memicu kampanye militer Israel di Gaza—serta kritik atas penanganannya terhadap upaya pembebasan sandera Israel.

Selain itu, persidangan kasus korupsi yang masih berlangsung terhadap dirinya juga menjadi beban politik baginya.

Baik koalisi Netanyahu maupun pihak oposisi belum dipastikan dapat mengamankan 61 kursi yang dibutuhkan untuk meraih mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang.

Pemilihan paruh waktu AS akan menentukan kendali atas Kongres untuk dua tahun terakhir masa kepresidenan Trump, di tengah krisis energi yang diperparah oleh konflik di Timur Tengah dan Ukraina.

Partai Republik berupaya mempertahankan keunggulan tipis mereka di kedua majelis legislatif, sementara Partai Demokrat berharap dapat merebut kembali kendali dan membatasi agenda Trump.

Jajak pendapat dari Pew Research Center yang diterbitkan pada 8 Oktober menunjukkan 65% warga Amerika tidak menyetujui cara Trump menangani perang Iran, sementara tingkat kepuasan publik secara keseluruhan terhadapnya turun menjadi 30%—level terendah selama masa jabatan keduanya.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Senang Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:36 WIB
Israel Kemungkinan Tidak akan Menyerang Iran sebelum Pemilu
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:04 WIB
Hizbullah Akui sebagai Pemilik Bahan Peledak yang Disita Otoritas Lebanon
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 20:31 WIB
Israel Rebut Paksa 18% Wilayah Tepi Barat dalam 2 Tahun Terakhir
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 19:26 WIB
Kemampuan Pertahanan Udara Iran Kini Lebih Tinggi Dibandingkan Bulan Februari
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 18:28 WIB