Hizbullah Akui sebagai Pemilik Bahan Peledak yang Disita Otoritas Lebanon

img-redaksi Syarifudin
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 20:31 WIB
Hizbullah Akui sebagai Pemilik Bahan Peledak yang Disita Otoritas Lebanon
Para pendukung Hizbullah berkumpul di kawasan pesisir Ain Al Mraiseh untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawa dalam operasi Israel tahun lalu, yang menyebabkan ledakan ratusan alat penyeranta (pager) dan radio di Beirut, Lebanon, pada 17 September 202
A
A
A
BEIRUT - Hizbullah mengakui kiriman bahan peledak yang disita otoritas Lebanon pekan lalu adalah milik kelompok tersebut. Mereka menyatakan bahan peledak itu ditujukan untuk digunakan melawan Israel.

Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, berjanji mengambil tindakan tegas terhadap senjata apa pun yang dikuasai di luar otoritas negara.

Sumber peradilan Lebanon mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan keamanan telah menangkap dua pria yang diduga anggota Hizbullah di kawasan Dhahr al-Baidar—yang terletak di jalan internasional antara Beirut dan perbatasan Suriah—saat mereka sedang mengangkut 500 kilogram bahan peledak.

Anggota parlemen dari Hizbullah, Hassan FadlAllah, mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi bahwa kelompoknya telah menghubungi otoritas keamanan dan peradilan setelah kendaraan tersebut dihentikan.

Mereka menginformasikan kepada pihak berwenang bahwa "kendaraan beserta muatannya adalah milik kelompok perlawanan."

Ia menambahkan Hizbullah telah menuntut pembebasan segera terhadap orang-orang yang ditahan serta pengembalian kendaraan beserta isinya.

Ia menyebut bahan peledak tersebut sebagai "kapabilitas" yang digunakan kelompoknya untuk melawan Israel.

Sumber peradilan tersebut mengungkapkan kiriman itu berisi 250 kilogram TNT dan 250 kilogram bahan peledak berkekuatan tinggi jenis C4.

Pada hari Senin, Salam mengonfirmasi penyitaan "ratusan kilogram bahan peledak" dan berjanji untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Ia menyatakan akan memperluas cakupan penyelidikan guna mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam apa yang ia sebut sebagai operasi kriminal, termasuk pihak-pihak di baliknya, serta mengungkap rencana dan tujuan mereka.

Ia menegaskan pemerintahannya akan mengambil tindakan tegas terhadap senjata apa pun yang dikuasai, diangkut, atau digunakan di luar kerangka otoritas negara.

Sejak awal Oktober, otoritas Lebanon telah menyita tiga kiriman bahan peledak yang diangkut dari wilayah Lebanon bagian timur.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Senang Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:36 WIB
Israel Kemungkinan Tidak akan Menyerang Iran sebelum Pemilu
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:04 WIB
Hizbullah Akui sebagai Pemilik Bahan Peledak yang Disita Otoritas Lebanon
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 20:31 WIB
Israel Rebut Paksa 18% Wilayah Tepi Barat dalam 2 Tahun Terakhir
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 19:26 WIB
Kemampuan Pertahanan Udara Iran Kini Lebih Tinggi Dibandingkan Bulan Februari
International
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 18:28 WIB