Sistem pertahanan udara Iran. Foto/mehr
TEHERAN - Juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia menyatakan kemampuan pertahanan udara negara tersebut kini "lebih tinggi" dibandingkan pada bulan Februari, saat perang dimulai. Pernyataan itu muncul seiring ancaman serangan terbaru dari Amerika Serikat.
"Kami telah memasukkan peralatan baru ke dalam unit-unit tempur kami," ujarnya kepada kantor berita semi-resmi Tasnim.
Dia menjelaskan, "Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah menembak jatuh sejumlah pesawat nirawak (drone) Amerika. Rencana operasional dan peralatan baru juga telah disusun serta diterapkan oleh pasukan pertahanan udara kami."
Akrami-Nia juga menyebutkan militer telah mengadakan latihan gabungan dengan angkatan udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam beberapa bulan terakhir "untuk meningkatkan koordinasi".
Sementara itu, Mokhtar Haddad, pemimpin redaksi surat kabar Iran Al-Vefagh, mengatakan doktrin militer Teheran telah bergeser dari pertahanan menjadi serangan preventif terhadap kapal induk dan kapal perang, sebagai langkah untuk menangkal potensi tindakan militer AS.
Kepada Al Jazeera, Haddad mengungkapkan perang ini telah menjadi "pertarungan tekad", di mana Iran berhasil meningkatkan biaya konfrontasi bagi Washington sekaligus menggagalkan upaya AS untuk mengendalikan harga energi.
Ia menambahkan Teheran tidak akan tunduk pada persyaratan Presiden AS Donald Trump ataupun memberikan konsesi dalam perundingan.
Di tengah peringatan dari presiden Iran bahwa "kerusakan lingkungan selama konflik bersenjata bukanlah sekadar dampak sekunder", aksi saling serang telah mengubah Selat Hormuz menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana lingkungan.
Konflik antara AS-Israel dan Iran kini semakin banyak terjadi di laut, dengan kedua belah pihak menargetkan kapal tanker minyak serta kapal-kapal lain di dalam dan sekitar selat tersebut.
Mengingat banyaknya kapal tanker yang mengangkut jutaan barel minyak mentah dan produk minyak bumi yang melintasi atau menunggu di perairan tersebut, serangan yang berhasil dapat memicu kebakaran, penenggelaman kapal, atau tumpahan minyak dalam skala besar.
(sya)