Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
WASHINGTON - Dalam wawancara pada hari Kamis (15/10/2026) dengan seorang reporter media konservatif, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ia tidak mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Lebih lanjut, ia mengaku tidak berencana mengerahkan pasukan darat AS.
Sebelumnya pada pekan yang sama, Trump juga mengisyaratkan tidak adanya pertukaran intelijen antara Rusia, China, dan Iran.
Namun, di saat yang sama, presiden AS tersebut mengungkapkan bahwa ia sedang berkomunikasi dengan Rusia maupun China mengenai kemungkinan denuklirisasi.
Di tengah situasi ini, terungkap pada hari Kamis bahwa presiden AS tersebut tengah menimbang berbagai opsi terhadap Iran, termasuk kemungkinan penggunaan senjata yang dikenal sebagai MOAB (Massive Ordnance Air Blast).
Ini merupakan bom non-nuklir terbesar dalam persenjataan Amerika. Bom tersebut memiliki berat sekitar 21.000 pon (9,4 ton) dan terakhir kali digunakan pada tahun 2017 di Afghanistan.
Sejauh ini, diketahui bahwa terdapat potensi penggunaan senjata tersebut, namun Pentagon masih menunggu perintah dari presiden.
Sementara itu, sepanjang pekan ini, Trump menggunakan pernyataan yang berorientasi ke masa depan saat membahas langkah-langkah selanjutnya terkait Iran.
Jadi, meskipun presiden AS telah menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela pada 3 November, jelas bahwa ia sedang menimbang berbagai opsi dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada.
(sya)