Kelompok tempur kapal induk Liaoning China melakukan operasi penerbangan di dekat Okinawa, Jepang. Foto/Kementerian Pertahanan China
TOKYO - Jepang mengerahkan jet-jet tempurnya setelah sebuah
kapal induk China melakukan operasi penerbangan di perairan selatan Okinawa pada Rabu, beberapa hari sebelum dimulainya latihan militer besar-besaran Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
Kapal induk Liaoning meluncurkan dan menerima kembali sejumlah pesawat China yang tidak disebutkan jumlahnya di perairan sekitar 155 mil atau 250 kilometer di selatan Pulau Ishigaki, di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Demikian disampaikan Kantor Kepala Staf Gabungan Jepang dalam siaran pers.
Menurut pernyataan tersebut, Pasukan Bela Diri Udara Jepang mengerahkan jet-jet tempur untuk memantau aktivitas itu.
Pasukan Jepang pertama kali mendeteksi keberadaan kapal induk Liaoning dan tiga kapal perusak berpemandu rudal pada Selasa, sekitar 242 mil atau 389 kilometer di barat daya Kepulauan Danjo, Prefektur Nagasaki.
Kelompok kapal induk China tersebut kemudian berlayar melewati perairan di sebelah tenggara Pulau Okinawa dan Pulau Miyako menuju Samudra Pasifik.
Kantor Kepala Staf Gabungan Jepang mengatakan pihaknya mengerahkan kapal perusak JS Yugiri, pesawat patroli maritim P-1, dan pesawat pengintai P-3C Orion untuk memantau kapal-kapal China serta mengumpulkan informasi.
Kantor tersebut pada Kamis malam menyatakan bahwa kelompok tempur kapal induk Liaoning China telah memasuki Laut China Selatan setelah menggelar latihan lepas landas dan pendaratan jet tempur berbasis kapal induk serta helikopter sehari sebelumnya.
Kementerian Pertahanan China mengonfirmasi bahwa kelompok tugas Angkatan Laut China yang dipimpin kapal induk Liaoning sedang melakukan latihan di Pasifik barat. Menurut kementerian itu, pengerahan Liaoning merupakan latihan rutin tahunan. "Latihan tersebut sesuai dengan hukum dan praktik internasional yang relevan," katanya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Jumat (16/10/2026) mengatakan bahwa latihan militer kelompok tempur kapal induk Liaoning China di Pasifik barat telah menyoroti kemampuan pemantauan Jepang yang masih terbatas. Tokyo kini berupaya memperkuat pertahanannya di kawasan tersebut.
"Di tengah meningkatnya aktivitas militer negara-negara tetangga di Pasifik belakangan ini, termasuk pengerahan terbaru Liaoning ke kawasan tersebut, kemampuan pengawasan dan pemantauan Kementerian Pertahanan serta Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) di sisi Pasifik masih terbatas. Karena itu, penguatan postur pertahanan kita menjadi tugas mendesak," kata Koizumi, yang dikutip
The Japan Times.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dampak situasi tersebut terhadap pembahasan yang sedang berlangsung untuk merevisi tiga dokumen utama keamanan Jepang, Koizumi menolak berkomentar. Namun, pejabat pertahanan mengatakan revisi tersebut kemungkinan mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan pemantauan SDF di kawasan itu.
(mas)