Kapal-kapal komersial terlihat berlabuh di antara Pulau Qeshm dan Pulau Larak, Iran, di tengah gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, Iran, pada 11 September 2026. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency
TEHERAN - Satu kapal dagang berbendera Antigua dan Barbuda tenggelam di dekat Selat Hormuz setelah terkena proyektil bulan lalu. Menurut informasi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO), peristiwa ini merupakan kasus tenggelamnya kapal komersial kedua yang dilaporkan di wilayah tersebut dalam kurun waktu 24 jam.
Kapal bernama Cape Daw tersebut diserang pada 23 September dan kemudian tenggelam setelah upaya penyelamatan kapal gagal, demikian dilaporkan Reuters pada hari Rabu.
Perusahaan manajemen risiko maritim asal Inggris, Vanguard Group, menyatakan dalam keterangan, "Kapal curah Cape Daw, yang berbendera Antigua dan Barbuda dan sempat diserang pada 23 September, dilaporkan telah tenggelam menyusul upaya penyelamatan yang gagal."
Laporan mengenai tenggelamnya kapal ini muncul kurang dari 24 jam setelah hilangnya kapal berbendera Singapura, GFS Pride, yang juga terkena proyektil dalam insiden terpisah.
Dalam pernyataan pada hari Rabu, Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) mengonfirmasi kapal GFS Pride mengalami kerusakan, terbakar, dan kemudian tenggelam saat melintasi Selat Hormuz pada hari Selasa.
"Kapal GFS Pride mengalami kerusakan, terbakar, dan kemudian tenggelam. Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat, dan tidak ada laporan mengenai korban luka," ungkap otoritas tersebut.
MPA menyatakan keprihatinannya terhadap situasi keamanan di jalur perairan tersebut, seraya menegaskan mereka "sangat prihatin dengan serangan yang terus terjadi terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz."
(sya)