PB ESI Targetkan Juara Umum Kejuaraan Dunia Esport 2026 di Indonesia. Foto: SINDOnews/Andri Bagus
Pengurus Besar Esports Indonesia
(PB ESI) memasang target tinggi dalam IESF World Esports Championship (WEC) 2026, pada 15–20 Desember 2026. Dua medali perak Asian Games 2026 akan menjadi pemantik.
PB ESI baru saja resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030 di Hallf Pati Unus, Jakarta Selatan, Kamis 15 Oktober 2026. Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi dan tata kelola olahraga elektronik di tanah air.
Ketua Umum PB ESI periode 2026–2030, M. Herindra mengatakan prestasi Asian Games harus dilanjutkan dalam kejuaraan dunia. Jadi, pihaknya akan menyiapkan para atlet dengan sebaik-baiknya agar dapat berjaya dalam ajang tersebut.
"Dalam Asian Games, kami dapat dua medali perak. Kemudian nanti bulan Desember akan ada kejuaraan dunia di Indonesia,mudah-mudahan kami bisa jadi juara umum. Harus jadi juara umum lah," kata Herindra usai pelantikan, Kamis (15/10/2026).
"Karena saya yakin mereka itu punya potensi yang luar biasa, anak-anak muda Indonesia, talenta-talenta kita. Tinggal bagaimana kita mengasah mereka, memberikan semangat, dan sekali lagi mereka adalah," tambahnya.
Herindra meminta kepengurusan PB ESI yang baru saja dilantik memberikan kontribusi terbaiknya untuk memajukan esport Indonesia. Pasalnya, olahraga tersebut punya potensi besar untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
"Kami sangat menaruh harapan besar pada mereka semua. Saya melihat bahwa esport ini adalah suatu kekuatan yang lebih besar, dan Indonesia memiliki gamers yang cukup banyak. Di samping mereka punya potensi besar, saya lihat juga ekosistem itu bisa menjadi atau menggerakkan ekonomi kreatif," ucapnya.
"Diiharapkan nanti bahwa dengan adanya pengurus baru ini bisa membuat esport bisa semakin maju ke depan," tambahnya.
Agenda pelantikan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
"Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen bahwa pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek," kata Erick Thohir.
Erick mengatakan bahwa investasi di bidang olahraga juga mencakup jaminan masa depan serta kesejahteraan para atlet. Pemerintah terus bersinergi melintasi kementerian demi memperkuat industri olahraga nasional.
"Mulai tahun depan diharapkan sudah ada dana pensiun atlet. Olahraga adalah investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian melalui sinergi sport tourism dan sport industry," kata Erick.
(sto)