Ukraina menuduh Amerika Serikat telah membantu Rusia dalam perang ketika rudal-rudal Moskow menghantam Kyiv pada Rabu (14/10/2026) malam. Foto/X @ZelenskyyUa
KYIV -
Ukraina telah menuduh Amerika Serikat (AS) membantu Rusia karena gagal memperingatkan Kyiv tentang serangan rudal yang akan datang. Washington juga dituduh melemahkan respons militer Kyiv melalui perubahan pada sistem Starlink yang digunakan di medan perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta miliarder teknologi AS, Elon Musk, untuk memulihkan layanan Starlink, yang menurut Kyiv mengalami perlambatan.
"Saya berharap ini hanya kesalahan, mungkin masalah teknis yang sangat besar," kata Zelensky kepada jurnalis Inggris, Piers Morgan, yang dikutip
AFP, Kamis (15/10/2026).
"Saya tidak tahu, tetapi kami meminta agar hal itu dilakukan, agar layanan tersebut diaktifkan," ujarnya.
Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov kemudian mengatakan, "Pengoperasian Starlink dengan kecepatan hingga 160 kilometer per jam sedang dipulihkan. Drone serang dan drone pencegat seharusnya bisa kembali terbang."
Musk mengatakan gangguan apa pun merupakan tanggung jawab pemerintah AS, bukan perusahaannya, SpaceX.
Dia membedakan sistem Starshield, yang diandalkan Ukraina untuk komunikasi di medan perang, dengan sistem satelit sipil Starlink yang juga digunakan Ukraina, tetapi tidak diizinkan untuk operasi ofensif.
"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS," tulis Musk di media sosial, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.
Zelensky menjawab iya ketika ditanya apakah dirinya merasa "dikhianati" setelah Trump mengumumkan kesepakatan pasokan solar dengan Moskow yang dikenai sanksi berat.
"Sangat menyakitkan ketika Presiden Trump memilih satu pihak, bukan pihak kami," ujarnya. "Saya pikir para penasihatnya keliru. Saya tidak tahu siapa yang mendorongnya agar tidak berada di pihak yang benar. Ini bukan pihak yang benar dalam sejarah." paparnya.
Zelensky sebelumnya menyebut tidak adanya peringatan dari sekutu menjelang gelombang serangan dahsyat pada Selasa malam hingga Rabu dini hari sebagai tindakan yang "sama sekali tidak adil". Dia juga menuduh Rusia sengaja mengabaikan apa yang disebut sebagai "gencatan senjata energi" yang diumumkan secara sepihak oleh Trump.
Seorang pejabat senior di Kyiv mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir, AS mengancam akan menghentikan pemberian informasi intelijen mengenai peluncuran rudal Rusia yang digunakan Ukraina untuk menggagalkan serangan. Trump membantah telah melakukan hal tersebut pada Selasa.
Para pejabat pertahanan juga mengisyaratkan bahwa Washington berada di balik perlambatan kecepatan pada sejumlah terminal internet yang membantu militer Ukraina menyerang wilayah pendudukan Rusia dan mengoperasikan drone pencegat.
"Jelas mereka (Amerika Serikat) membantu Rusia karena suatu alasan," kata pejabat senior tersebut kepada
AFP.
Penasihat Zelensky, Sergiy Beskrestnov, mengatakan serangan dan pembatasan Starlink bukan sekadar kebetulan.
"Melalui tindakan mereka, mitra-mitra kami merampas salah satu dari sedikit peluang yang kami miliki untuk mempertahankan negara dari drone Shahed bertenaga jet," tulisnya di Telegram.
Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia sedang mengamati setiap tanda yang menunjukkan kemungkinan perubahan dukungan Washington terhadap Ukraina.
"Kami mencermati semua ini dengan saksama. Terlalu dini untuk menarik kesimpulan menyeluruh," katanya.
Sementara itu, utusan khusus Presiden Vladimir Putin untuk kerja sama ekonomi, Kirill Dmitriev, mengatakan kontrak pertama untuk memasok solar ke AS akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.
"Kami menjalin komunikasi erat dengan pihak Amerika, bahkan setiap jam, dan semuanya bergerak sangat cepat," tambahnya.
Trump, yang menghadapi pemilu sela bulan depan, menyalahkan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia atas menyusutnya pasokan bahan bakar dan kenaikan harga di stasiun pengisian bahan bakar.
Namun, sebagian besar pakar mengatakan penyebab sebenarnya adalah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Serangan tersebut mendorong Teheran menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas.
Rudal Rusia Hantam Kyiv 2 Malam Berturut-turut
Rudal balistik kini menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, selama dua malam berturut-turut sebelum sirene serangan udara sempat berbunyi tepat waktu untuk memperingatkan warga agar berlindung di ruang bawah tanah, tempat perlindungan bom, atau stasiun metro.
"Rusia belum pernah menunjukkan sikap tidak hormat yang begitu terang-terangan terhadap Amerika Serikat," kata Zelensky, seraya menuduh Moskow menyia-nyiakan peluang untuk meredakan permusuhan.
Tidak adanya peringatan dini hanya jarang terjadi selama konflik berlangsung. Sebelumnya, pejabat Ukraina menduga hal itu mungkin disebabkan penggunaan rudal yang sulit dideteksi oleh militer Rusia atau kemungkinan masalah teknis.
Sebanyak 15 orang tewas di berbagai wilayah Ukraina dalam gelombang serangan terbaru. Kerusakan besar pada fasilitas dan peralatan energi juga menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kyiv.
Pembangkit listrik di wilayah Kharkiv, Ukraina timur, menjadi sasaran serangan rudal balistik. Kota Zhytomyr di barat laut, Sumy di timur laut, dan Chernihiv di utara juga terkena serangan.
Rusia sebelumnya telah menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur pemanas Ukraina, sehingga melumpuhkan pasokan energi menjelang musim dingin. Pada periode tersebut, suhu dapat anjlok hingga minus 20 derajat Celsius.
(mas)