Rasulullah SAW mengajarkan doa agar seorang Muslim memohon perlindungan kepada Allah SWT dari prasangka atau keburukan yang dapat muncul melalui pendengaran, penglihatan, hati, dan dorongan syahwat. Foto ilustrasi/Sindonews
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam mengajarkan
doaagar seorang Muslim memohon perlindungan kepada Allah SWT dari prasangka atau keburukan yang dapat muncul melalui pendengaran, penglihatan, hati, dan dorongan syahwat.
Doa ini diriwayatkan dari Syakal bin Humaid RA. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah meminta kepada Rasulullah SAW agar diajari
doa untuk memohon perlindungankepada Allah SWT.
Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa berikut:
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَشَرِّ بَصَرِي، وَشَرِّ قَلْبِي، وَشَرِّ مَنِيِّي
Latin:
A'udzu bika min syarri sam'i, wa syarri bashari, wa syarri qalbi, wa syarri maniyyi.
Artinya: "Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, keburukan penglihatanku, keburukan hatiku, dan keburukan syahwatku."
(HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i; diriwayatkan dari Syakal bin Humaid dengan redaksi yang memiliki sedikit perbedaan dalam sejumlah riwayat).
Doa tersebut mengandung permohonan agar Allah SWT menjaga manusia dari keburukan yang dapat timbul melalui indra, hati, maupun dorongan hawa nafsu.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, menjaga pendengaran berarti berhati-hati menerima kabar yang belum jelas kebenarannya. Menjaga penglihatan berarti tidak terburu-buru menilai orang hanya dari apa yang tampak. Sementara itu, menjaga hati berarti berusaha membersihkannya dari kecurigaan, kedengkian, dan niat buruk.
Dengan demikian, umat Islam hendaknya membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi, menahan lisan dari menyebarkan dugaan, serta mengedepankan sikap berbaik sangka selama tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.
Prasangka yang tidak terkendali bukan hanya merugikan orang yang menjadi sasaran, tetapi juga dapat menjadi sumber dosa bagi orang yang memeliharanya. Karena itu, menjaga hati dan lisan merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki akhlak sekaligus memelihara persaudaraan sesama manusia.
(wid)