Presiden AS Donald Trump klaim Iran akan menggunakan senjata nuklir dalam waktu 24 jam jika sampai memilikinya. Foto/The White House
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Dia lantas memperingatkan bahwa Teheran akan menggunakan
senjata nuklir untuk menyerang negara-negara di Timur Tengah dan Barat jika mereka memilikinya.
Saat berbicara dalam sebuah kampanye di Arizona menjelang pemilu sela pada 3 November, Trump juga mengeklaim bahwa serangkaian operasi militer Amerika telah melemahkan kepemimpinan Iran secara signifikan.
"Para pemimpin tingkat pertama mereka sudah tidak ada, mereka memilih pemimpin tingkat kedua. Pemimpin tingkat kedua mereka pun sudah tidak ada, mereka memilih pemimpin tingkat ketiga. Separuh dari mereka sudah lenyap. Mereka meminta saya berjanji untuk tidak menyingkirkan siapa pun lagi, dan saya pun menyanggupinya. Saya telah berjanji kepada mereka. Namun, tidak ada seorang pun yang ingin menjadi presiden Republik Islam Iran," kata Trump.
Mengenai masa depan konflik tersebut, sang presiden menyatakan, "Semuanya akan segera berakhir."
Dia juga memperingatkan bahwa Iran akan menjadi ancaman langsung bagi negara-negara di kawasan tersebut dan wilayah lainnya jika berhasil memperoleh senjata nuklir.
"Jika [Iran] memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya dalam waktu 24 jam. Mereka akan menghancurkan Timur Tengah, lalu mulai menyerang kita di Pantai Barat. Mereka akan menyerang Eropa—karena mereka gila. Mereka itu orang-orang gila," ujar Trump.
Presiden Trump kembali menegaskan bahwa kampanye militer Amerika merupakan langkah yang diperlukan untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. "Amerika Serikat bertindak karena kita tentu tidak ingin mereka memiliki senjata yang mampu melenyapkan jutaan orang dalam satu serangan," ujarnya.
Pernyataan terbaru Trump ini muncul di tengah spekulasi bahwa Washington mungkin akan kembali melancarkan serangan terhadap target-target Iran sebelum pemilu sela, meskipun sebelumnya dia sempat mengumumkan penghentian sementara tindakan militer.
Pada Kamis pekan lalu, Trump menulis di Truth Social bahwa Amerika Serikat tidak akan melancarkan serangan tambahan terhadap Iran hingga setelah tanggal 3 November.
Namun, pada hari Senin dia mengatakan kepada para wartawan bahwa jadwal pemilu sela tidak akan menentukan kebijakan pemerintahannya terhadap Teheran.
Dalam kampanye lainnya di Alaska pada Selasa malam, Trump menggunakan nada yang lebih mengancam, mengisyaratkan bahwa tindakan Amerika lebih lanjut terhadap Iran bisa saja segera terjadi.
"Oh, tunggu sampai kalian melihat apa yang akan kami lakukan terhadap Iran. Kami akan melakukan sesuatu yang besar. Tunggu saja sampai kalian melihatnya," ujarnya kepada para pendukung Partai Republik.
"Mereka hanya menunggu. Mereka menunggu. Tunggu saja sampai kalian melihat apa yang akan kami lakukan terhadap Iran, karena kami sudah habis kesabaran. Anda tahu, kami sudah tidak tahan lagi," lanjut Trump.
Dia juga menegaskan kembali pendiriannya bahwa Iran tidak akan diizinkan mengembangkan senjata nuklir, seraya menyatakan, "Tapi, Anda tahu, itu tidak masalah. Hal yang paling penting adalah mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mereka memang tidak akan memilikinya. Hal itu sudah terkubur di bawah ribuan ton batu."
Sebelumnya pada hari Selasa, Trump mengisyaratkan bahwa keputusan mengenai langkah Washington selanjutnya akan segera diambil, sembari menyebut Iran sebagai "negara gagal".
Saat berbicara di luar Gedung Putih, dia menyoroti apa yang disebutnya sebagai kesulitan ekonomi parah yang dialami Republik Islam tersebut, termasuk lonjakan inflasi dan ketidakmampuan membayar gaji pegawai pemerintah.
"Ekonomi mereka hancur. Inflasi mereka mencapai 300%. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak membayar pasukan mereka. Mereka tidak membayar siapa pun. Kami akan segera mengambil keputusan terkait Iran," kata Trump, yang dikutip
Arutz Sheva, Kamis (15/10/2026).
(mas)