Jet tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi. Houthi klaim rudalnya hantam jet tempur Typhoon Arab Saudi di wilayah udara Yaman. Foto/The Aviationist
SANAA -
Kelompok Houthi Yaman mengeklaim pada Rabu malam bahwa mereka telah menghantam jet tempur Typhoon Arab Saudi menggunakan rudal darat-ke-udara di wilayah utara Yaman. Jet tempur itu diserang saat terbang di atas wilayah udara provinsi Saada.
Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan rudal tersebut menghantam pesawat secara langsung, sehingga pesawat itu berisiko jatuh.
Menurut Saree, jet tempur Typhoon milik Arab Saudi itu lepas landas dari pangkalan udara di Taif, wilayah barat Arab Saudi dan diserang saat berada di wilayah udara Saada, Yaman.
Belum ada komentar langsung dari pihak berwenang Arab Saudi terkait klaim tersebut.
Sebelumnya, juga pada hari Rabu, kelompok Houthi mengeklaim telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Ibu Kota Saudi, Riyadh, dengan rudal balistik.
Klaim-klaim ini muncul di tengah serangkaian serangan terhadap bandara-bandara di Saudi.
Mengutip laporan
Anadolu, Kamis (15/10/2026), berdasarkan pernyataan resmi Kerajaan Arab Saudi, setidaknya 10 serangan Houthi menargetkan lima bandara antara tanggal 5 hingga 11 Oktober, yang mengakibatkan 20 orang tewas, ratusan lainnya terluka, serta mengganggu perjalanan udara.
Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam melawan kelompok Houthi sejak tahun 2015.
Kelompok tersebut telah menguasai Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan beberapa provinsi lainnya sejak tahun 2014.
Eskalasi terbaru ini bermula pada bulan Juli menyusul kegagalan gencatan senjata yang dicapai pada tahun 2022.
(mas)