Hubungan dengan Argentina Memburuk, Pasukan Inggris Berlatih untuk Merebut Kembali Falkland

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:35 WIB
Hubungan dengan Argentina Memburuk, Pasukan Inggris Berlatih untuk Merebut Kembali Falkland
Hubungan dengan Argentina memburuk, pasukan Inggris berlatih untuk merebut kembali Falklan. Foto/X/@charliehparker
A
A
A
LONDON - Pasukan Inggris berlatih merebut kembali Kepulauan Falkland yang disengketakan, untuk mengantisipasi kemungkinan upaya Argentina mengambil alih wilayah tersebut di masa depan. Itu dilaporkan oleh The Times.

Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Inggris dan Argentina terkait proyek minyak Inggris-Israel di dekat kepulauan tersebut—yang di Argentina dikenal sebagai Malvinas. Buenos Aires mengklaim kedaulatan atas wilayah dan perairan di sekitarnya.

Menurut surat kabar tersebut, latihan yang digelar mulai 27 September hingga 2 Oktober itu mencakup pendaratan amfibi untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Selama latihan berlangsung, Argentina mengumumkan proses arbitrase internasional terhadap Inggris sebagai upaya untuk menghalangi proyek minyak senilai USD2,2 miliar tersebut.

Pasukan Inggris secara rutin mengadakan latihan bersama pasukan setempat di kepulauan itu. Latihan Cape Upholder terbaru ini melibatkan sekitar 150 penerjun payung Inggris dari Batalyon ke-2 Resimen Parasut (2 PARA) dan 100 anggota Pasukan Pertahanan Kepulauan Falkland.

Latihan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi di East Falkland, termasuk di dekat San Carlos, tempat pasukan Inggris mendarat selama perang melawan Argentina pada tahun 1982. Menurut *The Times*, latihan ini mencakup operasi amfibi untuk merebut kembali kepulauan tersebut, berbeda dari fokus biasanya yang lebih mengutamakan pertahanan wilayah.

Presiden Argentina Javier Milei, sekutu Presiden AS Donald Trump, telah menegaskan kembali klaim negaranya atas kepulauan tersebut dan menentang proyek minyak Sea Lion. Perusahaan Inggris Rockhopper dan perusahaan Israel Navitas berencana memulai produksi minyak sekitar 220 km (137 mil) di sebelah utara kepulauan tersebut pada awal tahun 2028.

Inggris juga mendesak Interpol untuk menolak permintaan Argentina agar menangkap orang-orang yang terlibat dalam proyek Sea Lion, termasuk warga negara Inggris, demikian dilaporkan The Guardian. London berpendapat bahwa permintaan tersebut bermotif politik.

Pada awal September, Milei mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali proyek pangkalan angkatan laut di Ushuaia, Argentina selatan. Ia menyebut rencana Inggris untuk mengekstraksi minyak di wilayah yang diklaim oleh Argentina sebagai ancaman terhadap kedaulatan negaranya, serta menegaskan kembali tujuan Buenos Aires untuk merebut kembali kendali atas Falkland.

Trump juga mempertanyakan apakah Inggris masih memiliki kemampuan militer seperti yang dimilikinya di bawah Perdana Menteri Margaret Thatcher selama Perang Falkland tahun 1982, sembari menolak memberikan komitmen yang jelas mengenai dukungan AS jika terjadi konflik lagi.

"Anda pergi ke sana dan merebutnya kembali dengan sangat cepat," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan GB News pada bulan September. "Saya hanya tidak tahu apakah Anda memiliki kapasitas untuk melakukannya."

The Times mengutip pernyataan komandan kontingen 2 PARA yang mengatakan bahwa latihan tersebut "memberi kami kesempatan untuk mengikuti jejak para pendahulu kami" sekaligus menjajaki "bagaimana ranah siber dan antariksa dapat memengaruhi misi semacam ini di era modern."

Kepulauan tersebut tidak memiliki penduduk asli yang menetap secara permanen sebelum kedatangan pemukim Eropa. Prancis, Inggris, Spanyol, dan Argentina kemudian mendirikan permukiman atau menegaskan kekuasaan atas kepulauan tersebut sebelum Inggris mengambil alih kendali pada tahun 1833.

Pemerintah Rusia tidak mendukung klaim wilayah dari pihak mana pun, menganjurkan penyelesaian sengketa secara damai, serta menentang kemungkinan militerisasi di Atlantik Selatan.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Dituding Melakukan Spionase, Rusia Tahan Jurnalis Jepang
International
Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:20 WIB
Profesor AS: NATO Remehkan Senjata Nuklir Rusia Sama Saja Bunuh Diri
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:13 WIB