Puncak Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Ajak Nahdiyin Menekuni Tarekat

img-redaksi Puguh Hariyanto
Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:50 WIB
Puncak Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Musa Ajak Nahdiyin Menekuni Tarekat
Puncak Tasyakuran Peringatan Harlah ke-69 JATMAN digelar di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026) malam. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Puncak Tasyakuran Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-69 Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) digelar di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026) malam. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) hadir dalam acara itu dan melakukan pemotongan tumpeng.

Momen ini sebagai simbol rasa syukur atas kiprah JATMAN selama 69 tahun mengawal laku tasawuf di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Hadir dalam acara itu Mudir Ali Idarah Aliyyah JATMAN KH Ali Masykur Musa, Sekretaris Umum JATMAN KH Ali M Abdillah, Koordinator Lajnah Mubahatsah Masail Ash-Shufiyah JATMAN Syekh Rohimuddin Nawawi al-Bantani, serta Rais Syu'biyyah JATMAN Jombang Dr KH Abdul Kholiq Hasan.

Dalam kesempatan itu, Ali Masykur Musa mengajak pengurus dan warga NU untuk kembali menekuni jalan tarekat. Menurutnya, tarekat menjadi jalan untuk menjernihkan hati sekaligus menguatkan kehidupan ruhani di tengah derasnya tantangan zaman. "Dengan segala hormat, saya mengajak keluarga besar NU mulai sekarang harus siap-siap bertarekat," seru Ali Masykur di hadapan jemaah.

Ia menilai, pendidikan ruhani merupakan kebutuhan mendesak saat ini. Sistem pendidikan modern cenderung lebih menitikberatkan pada kecerdasan kognitif dan keterampilan teknis, sementara dimensi spiritual terabaikan.

Padahal, hati memiliki peran sentral dalam memandu setiap amal dan pengambilan keputusan manusia. "Kalau hati itu jernih, maka seluruh pengambilan keputusan, seluruh tindakan yang diamalkan adalah bicara dengan hati," ujarnya.

Ia menegaskan baik buruknya perilaku seseorang sangat ditentukan oleh kondisi hatinya. Kekeliruan dan pelanggaran syariat bukan semata karena persoalan lahiriah, melainkan karena hati yang tidak berfungsi.

"Banyak orang yang salah, melanggar syariat, itu bukan karena matanya yang buta, tapi sungguh yang buta adalah hatinya," tuturnya sembari mengutip potongan Surah al-Hajj ayat 46.

Ali Masykur menambahkan, tarekat merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi NU. Bahkan, amalan tersebut menjadi inspirasi para muassis dalam merumuskan gerakan organisasi di bawah bimbingan Syekhona Kholil Bangkalan. "Maka dengan demikian, tarekat adalah amalan dari Nahdlatul Ulama yang menjadi inspirasi dari para muassis di bawah pimpinan sang guru Kiai Kholil Bangkalan," tandasnya.

Sementara itu, Gus Kikin menyebut kemampuan mengelola hati sebagai modal utama dalam mengembangkan organisasi. Menurutnya, persatuan sebagai syarat kemajuan organisasi hanya dapat dicapai jika hati antar anggota saling terjaga dan tersambung.

Semangat tersebut, kata Gus Kikin, tercermin dalam kiprah Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari saat mendirikan NU hingga Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI) untuk melawan kolonialisme. Hal itu merupakan turunan nilai persatuan yang tertuang dalam Qanun Asasi.

"Tampaknya itu apa yang ada di Qanun Asasi, yang disebut hati itu tersambung bukan hanya di kalangan umat Islam yang mengikuti paham Ahlussunnah wal Jama'ah, bahkan paham yang berbeda-beda pun ikut," terangnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu juga menekankan pentingnya melatih spiritualitas dalam ibadah. Tanpa pembiasaan laku tasawuf, ibadah seperti shalat akan mudah teralihkan oleh kepentingan duniawi dan tidak fokus karena Allah.

"Nah ini kalau tidak diasah, shalatnya itu susah, baru takbiratul ihram itu sudah ingat macam-macam. Enggak tersambung dengan Allah," jelasnya.

Padahal, lanjut dia, shalat menjadi pengantara untuk mencegah seseorang dari perbuatan tercela. Untuk itu, Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 tersebut menggandeng JATMAN untuk terus mengampanyekan pendidikan berbasis rohani. "Ini kita harus lebih serius lagi di dalam melakukan pendidikan hati ini, dan yang bisa melakukan dengan serius itu adalah JATMAN ini," tuturnya.
(poe)
See original source
link link link link
Berita Terkait