Siapa Katie Zacharia? Jubir Baru Trump yang Tampil Memalukan karena Baca Naskah selama 14 Menit

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:54 WIB
Siapa Katie Zacharia? Jubir Baru Trump yang Tampil Memalukan karena Baca Naskah selama 14 Menit
Katie Zacharia tampil memalukan karena baca naskah selama 14 menit. Foto/X/@atrupar
A
A
A
WASHINGTON - Pengarahan pers perdana Gedung Putih yang berlangsung singkat ini memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana sekretaris pers terbaru Donald Trump, Katie Zacharia, akan menjalankan peran yang dikenal sulit tersebut.

Perempuan berusia 41 tahun itu menghabiskan sebagian besar waktu dari penampilan berdurasi 14 menit tersebut dengan membacakan pernyataan yang telah disiapkan, sebelum menerima hanya tiga pertanyaan—semuanya dari media yang condong ke kubu konservatif.

Debut Zacharia ini terjadi setelah kepergian Karoline Leavitt, yang dikenal karena gaya pengarahannya yang konfrontatif dan menyita perhatian publik.

Siapa Katie Zacharia? Jubir Baru Trump yang Tampil Memalukan karena Baca Naskah selama 14 Menit

1. Komentator Konservatif

Zacharia, seorang komentator konservatif yang ditunjuk untuk peran tersebut pada hari Jumat, membuka sesi pertamanya dengan membacakan—dalam tempo yang tergolong lambat—daftar panjang pencapaian yang ia sebut sebagai hasil kerja Presiden AS yang "energik", Trump.

Ia menyoroti rapat umum kampanye Trump baru-baru ini serta kebijakan-kebijakannya terkait energi, tarif, imigrasi, dan hal lainnya sejak ia kembali menjabat.

"Warga Amerika biasa datang berbondong-bondong menghadiri rapat umum karena agenda 'Amerika yang Utama' (America-first) milik Presiden Trump, yang mencakup pajak lebih rendah, upah lebih tinggi, dan—salah satu yang paling saya sukai—perbatasan yang aman," ujar Zacharia.

"Jumlah hadirin mencapai rekor tertinggi; warga Amerika yang antusias dan pekerja keras mengantre serta memadati arena demi mendukung Presiden Trump dan Partai Republik.

"Tidak sulit untuk memahami alasannya." "Presiden Trump terus berjuang dan memberikan hasil nyata bagi para pekerja Amerika setiap saat, setiap hari."

2. Hanya Menjawab 3 Pertanyaan

Biasanya, sesi tanya jawab yang panjang mengikuti pernyataan pembuka sekretaris pers, yang sering kali mencakup puluhan pertanyaan dari para wartawan.

Namun, Zacharia hanya menerima pertanyaan dari tiga wartawan, dimulai dengan situs web sayap kanan Breitbart, sebuah media yang kerap dituduh menyebarkan informasi keliru.

Pertanyaan berikutnya diajukan oleh Fox News dan Daily Mail.

3. Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan Wartawan

Saat ditanya oleh Fox apakah pemerintah telah berhenti berbagi informasi intelijen dengan Ukraina, Zacharia tidak dapat memberikan jawaban.

"Saya harus mencari informasi lebih lanjut mengenai hal itu dan menyampaikannya kepada Anda nanti," ujarnya.

4. Sorotan Terhadap Kualifikasi Hukum

Zacharia memicu tanda tanya ketika ia ditanya mengenai kualifikasi hukumnya di South Lawn Gedung Putih, di samping Trump, usai sesi pengarahan tersebut.

"Di negara bagian mana dia lulus ujian profesi pengacara? Anda bilang dia seorang pengacara. Di mana dia lulus ujian profesi pengacara?" "Negara bagian mana?" tanya wartawan itu.

Trump menoleh ke arah Zacharia dan mengulangi pertanyaan tersebut.

"Saat saya pindah ke China ," jawabnya.

Seorang pejabat Gedung Putih kemudian tidak menjawab secara langsung pertanyaan mengenai apakah Zacharia telah lulus ujian profesi advokat AS, yang merupakan syarat untuk berpraktik hukum di Amerika Serikat.

Profil LinkedIn-nya menyebutkan bahwa ia bekerja sebagai associate di Tim Praktik Internasional firma hukum Zhong Lun di Beijing dari tahun 2011 hingga 2013; namun, warga negara asing tidak diperbolehkan mengikuti ujian profesi advokat nasional China maupun berpraktik hukum yang melibatkan hukum China.

Universitas Pepperdine mengonfirmasi bahwa Zacharia lulus dari fakultas hukum mereka pada tahun 2011, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah ia lulus ujian profesi advokat California.

5. Penampilan Perdananya Dipertanyakan Mantan Pejabat

Sesi pengarahan tersebut menuai kritik dari sejumlah mantan pejabat Gedung Putih, yang mempertanyakan durasi maupun kinerja Zacharia.

Mantan direktur komunikasi Gedung Putih, Anthony Scaramucci, melontarkan candaan di X: "Waktu terus berjalan. Sejauh ini sudah 1/11 dari satu 'Scaramucci'."

Scaramucci dikenal karena hanya menjabat selama 11 hari dalam posisi tersebut pada masa pemerintahan pertama Trump.

Sarah Matthews, yang menjabat sebagai wakil sekretaris pers Gedung Putih pada masa jabatan pertama Trump, menilai penampilan perdana tersebut "agak mengecewakan".

"Tiga pertanyaan—termasuk satu dari kursi media baru—dan ketergantungan yang besar pada catatan. Dia tidak benar-benar menguasai situasi di ruang pengarahan," tulis Matthews di X.

Mantan sekretaris pers pemerintahan Clinton, Joe Lockhart, mengatakan kepada CNN bahwa langkah menghadirkan Zacharia ke ruang pengarahan untuk penampilan sesingkat itu terasa "agak aneh".

"Saya tidak yakin apa yang ingin mereka capai, tetapi menurut saya langkah itu tidak membangun kepercayaan terhadap kemampuannya untuk melangkah ke depan," ujarnya.

Sementara itu, mantan sekretaris pers Biden, Jen Psaki, menggambarkan sesi pengarahan tersebut di X sebagai "pada dasarnya seperti sketsa SNL... padahal kenyataannya bukan".

6. Keliru Menyebut Suaminya 'Presiden Saya'

Salah satu momen yang lebih santai terjadi ketika Zacharia secara tidak sengaja menyebut suaminya sebagai "presiden saya" saat membahas keluarganya.

"Gagasan untuk tidak menghabiskan waktu malam bersama anak-anak saya sama sekali tidak bisa diterima. Jadi presiden saya, maaf, maksud saya suami saya — itu lucu juga," ujarnya.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Tuding Houthi Berupaya Dongkrak Harga Minyak Dunia
International
Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:28 WIB
Agen-agen Federal AS Geledah Rumah Anggota DPR Ilhan Omar
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:52 WIB