Demo larangan hijab meluas, Azerbaijan blokir media sosial. Foto/X/@GlobeEyeNews
BAKU - Pengguna internet diAzerbaijan melaporkan kesulitan luas dalam mengakses platform media sosial seiring meningkatnya protes terhadap pembatasan penggunaan jilbab (hijab) di sekolah, sementara pihak berwenang mengumumkan penangkapan terhadap 37 orang.
Pengguna Instagram dan TikTok mengeluhkan video yang tidak dapat dimuat dan *feed* yang tidak dapat diperbarui; beberapa di antaranya mengatakan mereka hanya bisa mengakses platform tersebut melalui Virtual Private Network (VPN).
Sebagian pengguna menduga gangguan tersebut berkaitan dengan beredarnya video yang memperlihatkan protes di sekolah-sekolah.
Melansir
Press TV, protes meletus setelah Azerbaijan mengubah peraturan mengenai seragam di sekolah negeri pada bulan September, yang melarang pakaian tambahan yang bertentangan dengan seragam yang telah ditetapkan atau prinsip pendidikan sekuler, tanpa secara eksplisit menyebutkan hijab.
Awal bulan ini, Dinas Pendidikan Kota Baku mengumumkan akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah siswa dan guru mematuhi aturan tersebut.
Media lokal melaporkan bahwa para siswa melakukan unjuk rasa di luar sekolah pada hari Senin dan memboikot pelajaran sebagai bentuk solidaritas terhadap siswi yang dilarang masuk karena mengenakan jilbab.
Video yang beredar secara daring menunjukkan bahwa larangan tersebut secara khusus berlaku untuk jilbab, meskipun redaksi resmi aturan tidak menyebutkannya secara langsung.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan kepada kantor berita APA bahwa sejumlah orang di Baku telah berselisih dengan staf sekolah terkait aturan seragam, merusak fasilitas sekolah, dan mencoba mengganggu kegiatan belajar-mengajar.
"Sebanyak 37 orang ditangkap karena penyelidikan pidana telah dibuka terkait gangguan terhadap ketertiban umum," ujar pihak kementerian.
Kebijakan pemerintah ini memicu kecaman global, di mana pengguna media sosial mengecamnya sebagai tindakan persekusi agama terhadap penduduk negara yang mayoritas Muslim.
Azerbaijan adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim Syiah, namun setelah puluhan tahun berada di bawah kekuasaan Soviet, negara ini muncul sebagai salah satu negara paling sekuler di dunia Muslim.
Pihak berwenang telah memberlakukan pembatasan kegiatan keagamaan dan menangkap warga Muslim dengan dalih mencegah penyebaran ekstremisme, meskipun para kritikus menuduh mereka melakukan persekusi terhadap umat Muslim. Pembatasan serupa terkait penggunaan penutup kepala memicu unjuk rasa pada tahun 2010–2012, di mana polisi membubarkan aksi protes dan melakukan penangkapan.
Pertemuan publik menghadapi pembatasan ketat di Azerbaijan, negara yang pemerintahannya di bawah Presiden Ilham Aliyev kerap menuai kritik terkait perlakuannya terhadap lawan politik dan media independen.
(ahm)