Jonathan Burman di depan Madrasah al-Farabi di Gaza. Foto/Declassified UK
LONDON - Investigasi oleh Declassified UK mengungkapkan seorang pria Inggris berpose di depan sekolah yang terbakar di Gaza saat bertugas di militer Israel. Film yang dirilis oleh Declassified di YouTube pada hari Selasa dengan judul "We Exposed a British-Israeli Who Fought in Gaza" (Kami Mengungkap Warga Inggris-Israel yang Bertempur di Gaza) menampilkan foto seorang warga negara Inggris—yang diidentifikasi sebagai Jonathan Burman—sedang berdiri sebagai tentara militer Israel di depan sekolah tersebut di Gaza.
Film ini mendokumentasikan investigasi Declassified saat organisasi berita tersebut mengungkap rincian di balik foto itu, yang menurut mereka awalnya diunggah Burman di akun Instagram pribadinya.
Airwars, lembaga pemantau transparansi, melacak lokasi sekolah tersebut hingga ke kota Bani Suheila di sebelah timur Khan Younis, Gaza.
Sekolah itu bernama Madrasa al-Farabi. Pada 12 Desember 2023—lebih dari dua bulan setelah dimulainya genosida di Gaza—dilaporkan bahwa tentara Israel menyerang sekolah tersebut.
Menanggapi permintaan komentar dari Declassified, militer Israel mengirimkan pernyataan dari bulan Desember 2023 yang menyebutkan mereka telah melumpuhkan satu sel teroris di satu sekolah.
Namun, Airwars menemukan lokasi tersebut adalah sekolah yang berbeda, yang berjarak dua kilometer dari sekolah dalam foto itu—bukan sekolah tempat Burman berpose.
Menurut Declassified, Burman pernah bersekolah di Manchester sebelum menjalani gap year (masa jeda studi) di Israel. Ia kemudian bergabung dengan militer Israel.
Militer Israel mengonfirmasi kepada Declassified bahwa Burman bertugas di Brigade ke-55, unit cadangan elit pasukan terjun payung.
Menurut Declassified, Burman mengunggah foto di akun Instagram-nya yang memperlihatkan dirinya berada di Khan Younis, Gaza, dengan latar belakang kehancuran parah, serta foto-foto saat ia bertugas di Lebanon dan duduk mengenakan pakaian dinas militer bersama tentara lainnya.
Perlu Penyelidikan Lebih Lanjut
Film tersebut menyebutkan Burman kemungkinan bertugas di Batalion ke-66 brigade tersebut. Film ini juga menampilkan wawancara dengan Yuval Green, seorang pria yang pernah bertugas di batalion itu sebagai tenaga medis.
"Sebagian orang benar-benar didorong oleh gagasan keagamaan yang sangat ekstrem dan tidak masuk akal," kata Green. "Pertempuran di Gaza ini hanyalah kesempatan bagi mereka untuk membunuh sebanyak mungkin warga Gaza, mengusir mereka, dan merebut tanah mereka."
Film tersebut juga mengutip penelitian dari Hind Rajab Foundation yang mengidentifikasi satu unit militer tempat Burman "kemungkinan besar" pernah bertugas. Menurut temuan yayasan tersebut, unit itu terlibat dalam "pertempuran jarak dekat dan penghancuran banyak bangunan tempat tinggal" di Khan Younis, serta "meluluhlantakkan wilayah yang sangat luas" di daerah tersebut.
Chris Sidoti, anggota Komisi Penyelidikan PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, juga tampil dalam film produksi Declassified tersebut.
Ia mengatakan metodologi yang digunakan Declassified "persis sama dengan metodologi yang kami gunakan" dalam penyelidikan kami.
Sidoti menyatakan, "Anda tidak sedang mengatakan bahwa orang ini bersalah atas kejahatan perang," melainkan bahwa "buktinya cukup kuat" untuk menuntut dilakukannya "penyelidikan lebih lanjut".
Sidoti mengatakan unit kejahatan perang Kepolisian Metropolitan London seharusnya menyelidiki Burman.
Menurut Declassified, Burman sendiri tidak menanggapi permintaan komentar.
Sekitar 2.000 warga negara ganda Inggris-Israel diyakini telah bertugas di militer Israel selama perang Israel di Gaza—konflik yang tahun lalu dinyatakan sebagai genosida oleh komisi penyelidikan PBB.
Pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan melukai 170.000 lainnya. Ribuan orang lainnya di Gaza masih dinyatakan hilang dan diduga tewas tertimbun reruntuhan.
Pada bulan April, Kepolisian Metropolitan London mengumumkan tidak akan menyelidiki 10 warga negara Inggris yang dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan saat bertempur bersama militer Israel di Gaza.
Keputusan ini diambil setelah Palestinian Centre for Human Rights (PCHR) dan Public Interest Law Centre (PILC) menyerahkan berkas setebal 240 halaman kepada Tim Kejahatan Perang Kepolisian Metropolitan London pada bulan April tahun lalu.
Kepolisian Metropolitan menyatakan tidak ada peluang realistis untuk memperoleh vonis bersalah dan penyelidikan yang efektif tidak dapat dilakukan.
(sya)