Warga AS Diimbau Pertimbangkan Lagi Perjalanan ke Arab Saudi akibat Ancaman Serangan Iran dan Houthi

img-redaksi Syarifudin
Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:53 WIB
Warga AS Diimbau Pertimbangkan Lagi Perjalanan ke Arab Saudi akibat Ancaman Serangan Iran dan Houthi
Gambar yang belum terverifikasi memperlihatkan pesawat Saudia yang hancur di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Oktober 2026. Foto/yeni safak
A
A
A
RIYADH - Misi Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi mengimbau warga Amerika untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke kerajaan tersebut. Imbauan itu dengan alasan adanya risiko serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) dari Iran dan kelompok Houthi, konflik bersenjata, serta terorisme.

Melalui unggahan di platform media sosial X, misi tersebut menyampaikan imbauan perjalanan yang menetapkan status Arab Saudi pada Level 3 (pertimbangkan kembali perjalanan), sementara wilayah di sepanjang perbatasan Yaman ditetapkan pada Level 4 (jangan bepergian).

Sistem imbauan perjalanan AS memiliki dua tingkat yang lebih rendah: Level 1, yang menyarankan kewaspadaan normal, dan Level 2, yang menyarankan peningkatan kewaspadaan.

Berdasarkan imbauan tersebut, pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi wajib mendapatkan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di negara itu dan dilarang bepergian dalam radius 20 mil (32 kilometer) dari perbatasan Yaman.

Mereka juga memerlukan izin khusus untuk bepergian ke provinsi Jizan, Asir, dan Najran, serta kota Qatif, Taif, dan Yanbu.

Misi tersebut menyarankan warga Amerika yang berada di Arab Saudi untuk mengambil langkah pencegahan serupa.

Imbauan tersebut menyatakan, sejak memanasnya ketegangan antara AS dan Iran pada 28 Februari, terdapat ancaman berkelanjutan berupa serangan drone dan rudal dari Iran.

Disebutkan pula bahwa penerbangan komersial dari Arab Saudi tetap beroperasi, namun terkadang mengalami gangguan signifikan.

Disebutkan, Iran dan kelompok Houthi yang didukung Iran telah melancarkan serangan rudal dan drone ke Arab Saudi, dengan sasaran meliputi kota-kota, infrastruktur, bandara, pangkalan militer, lokasi diplomatik, dan fasilitas energi.

Imbauan itu juga menyebutkan puing-puing yang jatuh akibat intersepsi rudal dan drone menimbulkan risiko, serta memperingatkan warga AS agar tidak memotret, merekam, atau menyebarkan informasi mengenai intersepsi atau lokasi yang terdampak.

Risiko lain yang dihadapi pelancong mencakup terorisme, larangan keluar wilayah (exit bans), dan penegakan hukum Arab Saudi terkait aktivitas media sosial.

Imbauan ini menyusul peringatan keamanan yang dikeluarkan Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir di tengah serangan dan ancaman yang menargetkan kerajaan tersebut.

Kedutaan Besar memperbarui peringatan keamanannya pada hari Senin—untuk hari ketiga berturut-turut—menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Kedutaan besar memperingatkan kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan lainnya, serta mengimbau warga negara AS untuk berhati-hati di bandara-bandara utama.

Otoritas Arab Saudi telah melaporkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar bandara serta lokasi-lokasi lain di kerajaan tersebut dalam beberapa hari terakhir, sementara kelompok Houthi mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap bandara dan fasilitas minyak Arab Saudi.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi telah meningkatkan operasi militer terhadap posisi-posisi Houthi di Yaman, termasuk serangan udara di ibu kota, Sanaa.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
IRGC Ancam Tenggelamkan Semua Kapal Perang AS yang Dekati Selat Hormuz
International
Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:26 WIB