Dalam Islam urusan makan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan jasmani, tetapi juga menyangkut adab dan tuntunan agama. Foto ilustrasi/ist
Adab makan dalam Islam bukan sekadar tata krama ketika menyantap hidangan. Lebih dari itu, tuntunan Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk menjaga kebersihan, membiasakan perilaku baik, serta mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kebiasaan makan yang baik perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada anak-anak. Sebab, kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat membentuk karakter dan
akhlakmereka hingga dewasa.
Dalam Islam, pembahasan mengenai makanan atau fiqih ath'imah juga mendapat perhatian dalam berbagai kitab hadis. Hal ini menunjukkan bahwa urusan makan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan jasmani, tetapi juga menyangkut adab dan tuntunan agama.
Ustaz Abu Ihsan Al-Atsaary, dai dari Kajian Sunnah menjelaskan Rasulullah SAW memberikan perhatian terhadap adab makan. Salah satu tuntunannya disampaikan ketika beliau menasihati Umar bin Abi Salamah, seorang anak yang tumbuh dalam asuhan beliau.
Rasulullah SAW bersabda:
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Artinya: "Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut memuat tiga adab utama yang perlu diperhatikan setiap muslim ketika makan. Tuntunan ini juga penting diajarkan orang tua kepada anak agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Makan Menggunakan Tangan Kanan
Adab pertama yang diajarkan Rasulullah SAW adalah makan menggunakan tangan kanan. Tuntunan ini merupakan bagian dari adab seorang muslim dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam Islam, tangan kanan dianjurkan untuk berbagai aktivitas yang baik, termasuk makan dan minum. Sementara itu, tangan kiri lazim digunakan untuk membersihkan diri dari kotoran.
Karena itu, kebiasaan makan menggunakan tangan kanan perlu dibiasakan sejak anak-anak. Orang tua dapat memberikan contoh secara langsung agar anak memahami bahwa tuntunan tersebut merupakan bagian dari akhlak seorang muslim.
Rasulullah SAW juga secara khusus memerintahkan umatnya untuk makan dengan tangan kanan. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ
Artinya: "Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Dan apabila ia minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya." (HR Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa penggunaan tangan kanan ketika makan dan minum merupakan tuntunan Rasulullah SAW yang hendaknya diperhatikan umat Islam.
2. Membaca Basmalah Sebelum Makan
Adab kedua adalah membaca basmalah sebelum menyantap makanan. Umat Islam dianjurkan mengucapkan Bismillah sebagai bentuk mengingat Allah SWT sekaligus memohon keberkahan atas rezeki yang dikonsumsi.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan adab membaca basmalah ketika makan. Bacaan yang dianjurkan adalah Bismillah. Adapun membaca Bismillahirrahmanirrahim juga diperbolehkan.
Kebiasaan membaca basmalah sebaiknya diajarkan kepada anak sejak dini. Dengan demikian, mereka terbiasa mengingat Allah sebelum menikmati makanan yang telah disediakan.
Namun, bagaimana jika seseorang lupa membaca basmalah pada awal makan?
Rasulullah SAW mengajarkan bacaan yang dapat diucapkan ketika seseorang baru teringat di tengah kegiatan makan:
بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Artinya: "Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Bacaan tersebut menjadi tuntunan bagi seorang muslim yang terlupa membaca basmalah sebelum makan. Karena itu, orang tua perlu mengingatkan anak-anak dengan cara yang baik agar kebiasaan ini tumbuh secara alami.
3. Mengambil Makanan yang Terdekat
Adab ketiga adalah mengambil makanan yang berada di dekat tempat duduknya. Tuntunan ini sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW kepada Umar bin Abi Salamah dalam hadis di atas.
Dalam sebuah hidangan yang disantap bersama, seorang muslim hendaknya memperhatikan makanan yang berada di dekatnya. Tidak perlu menjangkau hidangan yang jauh secara berlebihan, terlebih jika tindakan tersebut mengganggu orang lain atau merusak kenyamanan saat makan bersama.
Jika menginginkan makanan yang letaknya jauh, seseorang dapat meminta bantuan dengan sopan agar hidangan tersebut didekatkan atau disampaikan kepadanya.
Adab ini mengajarkan kesantunan, ketertiban, dan penghormatan kepada orang lain. Meja makan pun menjadi tempat untuk melatih akhlak, bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut.
Rasulullah SAW menyampaikan nasihat tersebut kepada Umar bin Abi Salamah ketika anak itu makan bersama beliau. Umar merupakan putra Ummu Salamah dari pernikahan sebelumnya dengan Abu Salamah. Ketika melihat cara makannya, Rasulullah SAW memberikan arahan yang sederhana, tetapi memiliki nilai pendidikan yang besar.
Nasihat itu memperlihatkan bagaimana Rasulullah SAW mendidik anak dengan memberikan petunjuk secara langsung. Beliau tidak hanya mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tetapi juga membimbing anak agar terbiasa menerapkan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, tiga adab makan tersebut mengingatkan umat Islam bahwa kebiasaan sederhana pun memiliki nilai penting dalam ajaran agama. Makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, dan mengambil makanan yang terdekat merupakan tuntunan yang dapat diterapkan setiap hari.
Orang tua memiliki peran besar dalam menanamkan kebiasaan tersebut kepada anak-anak. Melalui teladan dan pembiasaan yang konsisten, adab makan sesuai sunah Rasulullah SAW diharapkan menjadi bagian dari akhlak mereka hingga dewasa.
(wid)