Arab Saudi Diguncang Serangkaian Ledakan usai Serangan terhadap Fasilitas Minyak Yaman

img-redaksi Syarifudin
Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:25 WIB
Arab Saudi Diguncang Serangkaian Ledakan usai Serangan terhadap Fasilitas Minyak Yaman
Houthi mengklaim serangan di Riyadh, Arab Saudi. Foto/anadolu
A
A
A
RIYADH - Berbagai kota di Arab Saudi diguncang ledakan pada Selasa malam (13/10/2026) waktu setempat setelah kerajaan tersebut melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai kelompok Houthi. Koalisi pimpinan Arab Saudi memperingatkan warga untuk mengevakuasi diri dari area tersebut sebelum melancarkan serangan.

Ini menandai eskalasi nyata dalam konflik yang kian memanas antara Houthi dan Arab Saudi. Associated Press melaporkan kesaksian warga mengenai beberapa ledakan di seluruh penjuru Sanaa setelah fasilitas bahan bakar stasiun pusat al-Sabaha menjadi sasaran serangan.

Ledakan dan dentuman juga dilaporkan terjadi di Riyadh, Dammam, dan Dhahran pada Selasa malam, saat kelompok Houthi tampak menghujani Arab Saudi dengan rudal dan pesawat nirawak (drone).

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman menyatakan telah mencegat setidaknya tiga rudal dan dua drone di atas Riyadh.

Sejumlah situs berita melaporkan adanya ledakan yang terdengar di Dhahran, kota tempat beroperasinya raksasa minyak Arab Saudi, Aramco.

Kelompok Houthi memperingatkan seluruh karyawan dan warga sipil di dekat fasilitas serta kantor minyak Aramco untuk mengevakuasi diri pada hari Selasa, setelah sebelumnya menyebut lokasi-lokasi tersebut sebagai "target yang sah". Mereka juga menyatakan akan menyerang sejumlah lokasi di Riyadh.

"Setiap target di ibu kota Sanaa akan dibalas dengan respons keras dan menyakitkan di ibu kota musuh Saudi, Riyadh," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada hari Selasa.

Ancaman tersebut muncul setelah juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi meminta warga sipil untuk mengevakuasi diri dari stasiun pusat al-Sabaha.

Satu gumpalan api besar yang diduga akibat serangan Saudi terekam kamera di Sanaa. Middle East Eye tidak dapat segera mengonfirmasi keaslian ledakan tersebut.

Serangan ini terjadi menyusul serangan Houthi terhadap bandara dan situs energi Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Koalisi pimpinan Arab Saudi mengeluarkan perintah evakuasi pertama di ibu kota Yaman sejak perang kembali memanas pada bulan Juli.

Kelompok Houthi juga menyatakan dua orang tewas ketika satu perusahaan minyak di provinsi Hodeidah, wilayah Laut Merah, diserang.

Serangkaian serangan bertubi-tubi terhadap infrastruktur energi ini dapat menandai fase baru dalam perang tersebut, yang berisiko memicu kenaikan harga energi.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengeluhkan upaya kelompok Houthi untuk mendongkrak harga.

"Saya akan ke sana setelah pemilu, dan saya tidak akan pernah lupa!" ujar Trump, seraya menuduh kelompok tersebut berupaya memengaruhi pemilihan paruh waktu tanggal 3 November. "Perilaku Houthi sangat buruk," tambahnya.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
4 Tujuan Houthi Mengobarkan Perang Melawan Saudi, Mendirikan Negara Syiah
International
Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:20 WIB
Houthi Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:31 WIB