Houthi Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman

img-redaksi Syarifudin
Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:31 WIB
Houthi Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman
Houthi menembak jatuh drone Wing Loong II milik Arab Saudi di atas Saada. Foto/media militer houthi
A
A
A
SANAA - Pasukan Houthi (Ansarallah) mengumumkan pada hari Selasa (13/10/2026) bahwa sistem pertahanan udara mereka telah menembak jatuh satu drone pengintai bersenjata Wing Loong II milik Arab Saudi di atas provinsi Saada. Kabar itu dilaporkan Al Mayadeen.

Juru bicara pasukan Houthi Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan drone tersebut sedang menjalankan misi permusuhan ketika menjadi sasaran dan ditembak jatuh.

Pengumuman ini menyusul pernyataan Saree pada hari Senin bahwa pasukan Saudi telah melancarkan 119 serangan udara dan serangan rudal terhadap Yaman dalam kurun waktu 24 jam sebelumnya.

Ia mengatakan serangan-serangan tersebut menyasar infrastruktur sipil dan kawasan permukiman di Sana'a serta provinsi Al-Jawf, Taiz, Saada, Marib, Lahij, Al-Bayda, dan Ibb, yang mengakibatkan kematian dan luka-luka di kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menurut Saree, pesawat tempur F-15 dan Typhoon milik Saudi beroperasi dari pangkalan udara Khamis Mushait dan Taif, sementara serangan rudal diluncurkan dari Najran dan Jizan.

Ia menyebutkan jumlah kumulatif serangan udara dan serangan rudal Saudi sejak eskalasi terbaru dimulai mencapai 2.177 serangan.

Selain itu, anggota Biro Politik Ansarallah, Mohammad al-Bukhaiti, pada hari Senin memperingatkan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang ini akan memicu respons segera dan menyakitkan terhadap Washington serta kepentingan-kepentingannya di seluruh kawasan.

Ia juga mendesak para pekerja untuk menjauhi bandara dan fasilitas minyak Saudi, seraya menyatakan operasi terhadap lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak dapat lagi mengobarkan perang terhadap Yaman dari posisi yang aman.

Banyak Maskapai Penerbangan Menangguhkan Penerbangan ke Saudi

Qatar Airways mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah menangguhkan sementara penerbangan dari dan ke Riyadh serta Dammam.

"Akibat situasi saat ini, penerbangan dari dan ke Riyadh (RUH) serta Dammam (DMM) ditangguhkan untuk sementara waktu," ungkap pernyataan maskapai tersebut.

Etihad Airways membatalkan semua penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh hingga 19 Oktober, serta melakukan pembatalan selama beberapa hari yang berdampak pada rute Jeddah dan Dammam, dengan alasan adanya gangguan operasional.

Al Mayadeen juga melaporkan Gulf Air membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Delta menunda peluncuran layanan rute Atlanta–Riyadh yang telah direncanakan.

Pengumuman tersebut menyusul serangan berulang terhadap Bandara Internasional King Khalid.

Anadolu melaporkan serangan pada hari Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Serangan terpisah pada hari Minggu menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya, menurut otoritas penerbangan Arab Saudi.

Kedutaan Besar AS di Riyadh mengimbau warga Amerika untuk sangat berhati-hati saat menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi dan menyatakan pegawai pemerintah AS memerlukan izin sebelum melakukannya.

Saree kembali menegaskan peringatan Ansarallah agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Arab Saudi, kecuali bandara di Mekkah dan Madinah.

"Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kembali bahwa mereka akan terus menerapkan ketentuan yang telah ditetapkan: bandara dibalas bandara, blokade dibalas blokade, dan eskalasi dibalas eskalasi, hingga tujuan mereka tercapai," ujarnya.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Houthi Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:31 WIB
9 Maskapai Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi akibat Serangan Houthi
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:31 WIB