Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Arab Saudi. Foto/deeparrival.com
RIYADH - Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke Arab Saudi dan negara-negara tetangga menyusul serangan mematikan pada akhir pekan terhadap bandara Riyadh yang dilakukan kelompok Houthi asal Yaman. Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi masih memanas hingga saat ini.
Berikut adalah daftar singkat maskapai yang telah menangguhkan layanan mereka:
1. IndiGo (India) Batalkan Penerbangan ke 4 Kota di Arab Saudi
Maskapai IndiGo yang berbasis di India telah mengeluarkan imbauan perjalanan, yang menyatakan penerbangan ke kota-kota di Arab Saudi—yaitu Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah—dibatalkan hingga 17 Oktober.
"Pelanggan disarankan untuk memeriksa status penerbangan mereka... sebelum berangkat ke bandara," demikian pernyataan maskapai tersebut di platform X.
2. Air India
Maskapai asal India ini telah memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan ke ibu kota Arab Saudi tersebut hingga 15 Oktober.
3. Air France-KLM
Grup penerbangan gabungan Prancis-Belanda ini telah memperpanjang penangguhan layanan dari dan ke Riyadh yang sebelumnya diberlakukan, hingga akhir Oktober.
4. Cathay Pacific
Maskapai ini menunda dimulainya kembali rute Hong Kong-Dubai dan Hong Kong-Riyadh hingga 31 Januari 2027.
5. Delta
Maskapai penerbangan AS ini menyatakan akan menunda rencana penerbangan dari Atlanta ke Riyadh hingga Maret 2027.
6. Etihad
Maskapai asal UEA ini membatalkan semua penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh, serta 10 penerbangan ke Dammam dan Jeddah, hingga 19 Oktober.
7. Gulf Air
Maskapai nasional Bahrain ini membatalkan penerbangan dari dan ke Riyadh mulai tanggal 12 hingga 17 Oktober.
8. Lufthansa
Maskapai-maskapai di bawah naungan grup penerbangan Jerman ini telah membatalkan semua penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober.
9. Qatar Airways
Maskapai ini telah menangguhkan penerbangan dari dan ke Riyadh serta Dammam.
Pada hari Senin, Australia dan Selandia Baru mengeluarkan imbauan agar warganya tidak bepergian ke kerajaan tersebut, menyusul peringatan serupa dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.
(sya)