Arab Saudi Tangkap Sejumlah Warga AS karena Rekam Serangan Rudal Houthi

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:30 WIB
Arab Saudi Tangkap Sejumlah Warga AS karena Rekam Serangan Rudal Houthi
Rekaman CCTV yang dirilis Arab Saudi menunjukkan detik-detik rudal Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 10 Oktober 2026. Serangan ini menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Foto/The Guardian
A
A
A
RIYADH - Otoritas Arab Saudi telah menangkap dan menahan sejumlah warga negara Amerika Serikat (AS) karena mengambil gambar di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran serangan rudal kelompok pemberontak Houthi Yaman. Informasi tersebut disampaikan Kedutaan Besar AS di Riyadh, yang hingga kini belum mengungkapkan jumlah warga AS yang ditahan.

"Warga negara AS telah ditahan karena mengambil foto peristiwa-peristiwa terbaru. Pengunjung dan penduduk yang berada di Arab Saudi tunduk pada hukum setempat," demikian pernyataan kedutaan tersebut, yang dilansir Arab News, Selasa (13/10/2026).

Kedutaan juga memperingatkan warga negara Amerika mengenai situasi keamanan di Kerajaan Saudi.

Terkait hal tersebut, Kedutaan Besar AS menegaskan: "Pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di negara tersebut."

Kedutaan kemudian menambahkan, "Warga negara AS harus mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan."

"Kami menyarankan Anda memeriksa status penerbangan secara langsung kepada maskapai dan pihak bandara. Harap berhati-hati jika memutuskan menggunakan bandara di Arab Saudi," demikian imbauan misi diplomatik tersebut.

Kedutaan Amerika juga menyoroti bahwa pilihan transportasi menggunakan mobil pribadi, kereta api, dan bus dapat menjadi alternatif perjalanan udara.

Mengenai mobilitas personelnya, Kedutaan AS menegaskan bahwa para diplomat Amerika tidak dapat melakukan perjalanan dalam radius 20 mil atau sekitar 32 kilometer dari perbatasan dengan Yaman karena risiko keamanan."

Para diplomat AS juga memerlukan "izin khusus" untuk bepergian ke Provinsi Jizan, Asir, dan Najran, serta ke kota Qatif, Yanbu, dan Taif.

Houthi, yang melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Yaman bagian barat pada 3 September, telah melakukan banyak serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, termasuk terhadap sejumlah bandara.

Serangan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas dukungan koalisi internasional yang dipimpin Riyadh terhadap operasi militer pasukan pemerintah Yaman yang diakui oleh komunitas internasional.

Sementara itu, pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan pada 4 Oktober bahwa mereka melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang baru-baru ini dikuasai Houthi. Mereka bahkan berupaya bergerak menuju ibu kota, Sanaa, yang telah berada di bawah kendali pemberontak sejak 2014.

Kampanye militer tersebut juga mendapat dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Tangkap Sejumlah Warga AS karena Rekam Serangan Rudal Houthi
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:30 WIB
Houthi Bisa Berdamai jika Saudi Akui Kekalahan dan Hormati Hak Rakyat Yaman
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:50 WIB
Ratu Cantik Yordania: Hati Kami Bersama Kerajaan Arab Saudi
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:30 WIB