Ratu Cantik Yordania: Hati Kami Bersama Kerajaan Arab Saudi

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:30 WIB
Ratu Cantik Yordania: Hati Kami Bersama Kerajaan Arab Saudi
Ratu Rania Al Abdullah dari Kerajaan Yordania sampaikan belasungkawa atas serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Kerajaan Arab Saudi. Foto/Roya News
A
A
A
RIYADH - Ratu Rania Al Abdullah, istri Raja Abdullah II dari Kerajaan Yordania, menyampaikan belasungkawa kepada para korban serangan kelompok Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid. Ratu berparas cantik ini juga menyatakan solidaritas terhadap Kerajaan Arab Saudi.

"Semoga Tuhan merahmati para korban tak berdosa, dan doa kami menyertai kesembuhan segera bagi mereka yang terluka. Hati kami bersama Kerajaan Arab Saudi, para pemimpinnya, dan rakyatnya. Semoga Tuhan melindungi tanah dan rakyatnya serta menjauhkan mereka dari segala bahaya," tulis Ratu Rania di platform X.

Otoritas penerbangan Arab Saudi telah memperpanjang penutupan bandara utama kerajaan tersebut menyusul dua serangan mematikan kelompok Houthi selama akhir pekan.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Saudi mengumumkan pada hari Senin bahwa penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh diperpanjang. Sejumlah maskapai penerbangan, termasuk Flydubai, Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Air India, telah membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh.

Serangan Houthi terhadap bandara tersebut pada hari Sabtu menewaskan 12 orang, termasuk empat warga negara Saudi, dan melukai lebih dari 300 orang. Serangan lain pada hari berikutnya menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya.

Kelompok Houthi, sebuah kelompok milisi Syiah yang didukung Iran, menyebut serangan tersebut sebagai "operasi pencegahan", dengan menuduh Arab Saudi mempertahankan blokade ilegal terhadap wilayah Yaman yang berada di bawah kendali mereka.

Pada Selasa (13/10/2026) dini hari, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi Mayor Jenderal Turki Al-Malki menyatakan bahwa pasukan koalisi berhasil mencegat dua rudal balistik Houthi yang diluncurkan ke arah Khamis Mushait, sebuah kota di wilayah barat daya Arab Saudi.

Video-video yang diunggah di media sosial memperlihatkan sistem pertahanan udara Arab Saudi meluncurkan rudal pencegat ke angkasa.

Eskalasi terbaru dalam perang saudara Yaman—yang telah berlangsung sejak 2014—dipicu oleh serangan ofensif Houthi bulan lalu. Dalam pergerakan maju yang cepat, kelompok pemberontak tersebut merebut pelabuhan strategis Mokha dan Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Keberhasilan merebut wilayah tersebut mendorong pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi untuk melancarkan serangan balasan guna merebut kembali wilayah yang hilang.

Kelompok Houthi, yang menguasai ibu kota Yaman; Sanaa, melaporkan kemajuan baru di provinsi Taiz pada hari Senin di tengah pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan hampir 120 serangan udara dalam 24 jam terakhir, yang menyasar warga sipil di Sanaa dan wilayah lainnya. Menurut otoritas kesehatan Houthi, setidaknya 385 orang tewas atau terluka akibat serangan Saudi sejak 3 September, dengan banyak di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Tangkap Sejumlah Warga AS karena Rekam Serangan Rudal Houthi
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:30 WIB
Houthi Bisa Berdamai jika Saudi Akui Kekalahan dan Hormati Hak Rakyat Yaman
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:50 WIB
Ratu Cantik Yordania: Hati Kami Bersama Kerajaan Arab Saudi
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:30 WIB