Bus Persib U-18 Diserang, Sehari Kemudian Bus Jakmania Dirusak, Sepak Bola Nasional Butuh Perhatian Serius

img-redaksi Cikal Bintang Raissatria
Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:43 WIB
Bus Persib U-18 Diserang, Sehari Kemudian Bus Jakmania Dirusak, Sepak Bola Nasional Butuh Perhatian Serius
Potret kerusakan bus Jakmania Cikampek setelah mendapat serangan, Senin (12/10/2026). (Dok. Jakmania Cikampek).
A
A
A
JAKARTA - Kekerasan yang membayangi sepak bola nasional kembali menjadi sorotan setelah dua insiden menimpa rombongan Persib Bandung U-18 dan suporter Persija Jakarta dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Bus tim muda Persib diserang di Batang, Jawa Tengah, sedangkan rombongan The Jakmania Cikampek menjadi sasaran pelemparan saat melintas di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat.

Rentetan kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi keamanan sepak bola Indonesia. Rivalitas yang semestinya terbatas di lapangan justru berujung pada tindakan yang mengancam keselamatan pemain muda, ofisial, suporter, hingga keluarga yang ikut dalam perjalanan.

Insiden pertama terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung setelah bertanding melawan Garuda United di Solo diserang sekelompok orang.

Akibat kejadian itu, bus mengalami kerusakan, sejumlah koper milik pemain dan ofisial diduga dijarah, serta Media Officer Persib untuk EPA, Pandu Persada, dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Pandu sempat terpisah dari rombongan ketika berada di area toilet rest area dan harus berlindung di tempat tambal ban untuk menghindari ancaman lebih lanjut.

Kapten Persib U-18, M. Erlangga, mengaku terkejut karena serangan terjadi secara tiba-tiba ketika rombongan sedang menjalani perjalanan yang awalnya berlangsung aman. Peristiwa tersebut juga meninggalkan dampak psikologis bagi para pemain muda.

"Kami tim Persib U18 sangat kaget dengan kejadian tersebut semua di luar ekspektasi kita yang tadinya perjalanan terasa aman tiba-tiba ada kejadian yang seharusnya tidak terjadi," ungkap Erlangga, dikutip dari akun Instagram resmi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Senin (12/10/2026).

Erlangga mengatakan para pemain mengalami trauma dengan tingkat yang berbeda-beda, terutama dari sisi mental. Dia berharap pengawalan terhadap tim EPA diperketat dan suporter lebih bijaksana dalam bertindak agar peristiwa serupa tidak terulang.

"Untuk saat ini yang pasti setiap pemain punya trauma masing-masing karena kejadian tersebut terutama mental pemain," tutur Erlangga.

Sehari setelah penyerangan terhadap rombongan Persib U-18, kekerasan kembali menimpa suporter Persija Jakarta. Bus yang membawa rombongan The Jakmania Cikampek dilempari benda keras saat melintas di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Senin (12/10/2026) dini hari WIB. Sejumlah kaca bus rusak dan beberapa anggota rombongan dilaporkan mengalami luka-luka.

Rombongan tersebut sebelumnya bertolak ke Bantul untuk mendukung Persija saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Sabtu (10/10/2026). Persija memenangi pertandingan itu dengan skor 4-0. Namun, perjalanan pulang justru diwarnai insiden yang menimbulkan korban fisik dan trauma psikologis, termasuk pada seorang perempuan serta penumpang bayi dan balita.

The Jakmania Cikampek mengecam penyerangan tersebut dan menyatakan sedang memprioritaskan perawatan bagi anggota yang terluka. Mereka juga meminta seluruh anggota tetap tenang dan tidak terpancing melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperburuk keadaan.

Pengurus Pusat (PP) The Jakmania turut mengecam kekerasan tersebut. Mereka menegaskan tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat dijadikan pembenaran untuk membahayakan keselamatan orang lain, terlepas dari identitas maupun afiliasi klub.

"PP the Jakmania juga mengecam tindakan kekerasan serupa yang dialami oleh Jakmania Cikampek saat dalam perjalanan kembali ke wilayahnya. Kami memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas, tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakangnya. Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," demikian pernyataan resmi PP The Jakmania.

Rentetan kejadian tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keamanan sepak bola tidak cukup ditangani melalui imbauan agar suporter menjaga ketertiban. Perlindungan terhadap pemain, ofisial, pekerja media, dan suporter perlu menjadi bagian penting dari tata kelola kompetisi, termasuk saat rombongan melakukan perjalanan darat antarkota.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) turut mengecam serangan terhadap Persib U-18. Wakil Presiden APPI, Nadeo Argawinata, menilai sepak bola seharusnya menjadi sarana persatuan sekaligus pembinaan bakat muda, bukan ruang bagi tindakan kriminal yang mengancam keselamatan pemain.

"Sepak bola seharusnya menjadi sarana persatuan dan pembinaan bakat muda, bukan tempat untuk tindakan kriminalitas yang mengancam keselamatan pemain. Perlindungan tidak hanya menyangkut keamanan fisik, tetapi juga kondisi psikologis dan rasa aman pemain," tutur Nadeo.

Bagaimana Sikap PSSI?



PSSI mengecam keras penyerangan terhadap rombongan Persib U-18. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyebut serangan terhadap pemain muda sebagai tindakan yang sulit diterima akal sehat karena mereka seharusnya dapat bermain dan menjalani perjalanan tanpa menjadi sasaran permusuhan antarsuporter.

"PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat," kata Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi PSSI, Senin (12/10/2026).

Yunus menegaskan para pemain muda tidak semestinya menjadi korban rivalitas yang tidak berkaitan dengan pertandingan mereka. Menurut dia, tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan semangat pembinaan pemain dan kepentingan sepak bola nasional.

"PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung. Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas. Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepak bola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan," tutur Yunus.

PSSI menyatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut, mengidentifikasi pelaku, dan mendorong penegakan hukum. Federasi juga meminta operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru atau I.League, serta klub terkait mengambil langkah tegas sesuai kewenangan masing-masing.

" PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya," ujar Yunus.

Sepak Bola Nasional Butuh Perhatian Serius



Dua insiden yang terjadi dalam waktu berdekatan itu semestinya menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia. Pengamanan perjalanan tim dan suporter, koordinasi antarklub, penanganan konflik, serta pendampingan bagi korban perlu mendapat perhatian serius.

Penegakan hukum juga harus berjalan berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti, bukan prasangka terhadap kelompok suporter tertentu. Identitas dan keterlibatan setiap pelaku harus dipastikan agar pertanggungjawaban tidak berubah menjadi alasan untuk melancarkan serangan balasan.

Sepak bola nasional bukan sekadar prestasi tim nasional (Timnas). PSSI, operator kompetisi, klub, kelompok suporter, dan aparat keamanan perlu memastikan pertandingan maupun perjalanan menuju dan dari stadion berlangsung aman. Rivalitas boleh menyala selama pertandingan, tetapi tidak boleh merampas hak siapa pun untuk pulang ke rumah dengan selamat.
(sto)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Jadwal & Link Nonton Persib Bandung vs Viettel FC di VISION+
Sports
Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:41 WIB
Ronaldo Terancam Skorsing Enam Bulan di Timnas Portugal
Sports
Senin, 12 Oktober 2026 - 15:38 WIB