Pengasuh Yayasan Al-Muafah, KH Rizqi Zulqornain Al-Batawi, dalam tausiyahnya menjelaskan amalan membaca Surah Al-Ikhlas ketika memasuki rumah yang dikaitkan dengan permohonan kelapangan rezeki. Foto ilustrasi/ist
Surat Al-Ikhlas merupakan salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki keutamaan besar. Selain menjelaskan kemurnian tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, surah ini juga dikenal luas oleh umat Islam sebagai bacaan yang dianjurkan dalam berbagai kesempatan.
Pengasuh Yayasan Al-Mu'afah, KH Rizqi Zulqornain Al-Batawi, dalam tausiyahnya menjelaskan amalan membaca Surah Al-Ikhlas ketika memasuki rumah yang dikaitkan dengan permohonan
kelapangan rezeki.
Amalan tersebut merujuk pada riwayat yang dinisbatkan kepada Imam Ath-Thabrani dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu anhu. Dalam riwayat itu disebutkan:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حِينَ يَدْخُلُ مَنْزِلَهُ نَفَتِ الْفَقْرَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْمَنْزِلِ وَالْجِيرَانِ
"Barang siapa membaca Qul Huwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) ketika memasuki rumahnya, kefakiran akan dijauhkan dari penghuni rumah tersebut dan para tetangganya."
Riwayat ini perlu disikapi secara cermat. Sebelum menjadikannya sebagai landasan untuk meyakini adanya jaminan kekayaan, status dan kualitas hadis tersebut perlu diperiksa melalui kajian takhrij hadis. Karena itu, membaca Surah Al-Ikhlas dapat dilakukan sebagai ibadah dan bentuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tidak tepat memastikan bahwa bacaan tersebut otomatis membuat seseorang kaya atau terbebas dari kemiskinan.
Cara Mengamalkan Bacaan Surat Al-Ikhlas
Dalam penjelasan yang disampaikan KH Rizqi Zulqornain, amalan ini dilakukan ketika seseorang hendak memasuki rumah.
Pertama, mengucapkan salam apabila di dalam rumah terdapat penghuni. Ucapan salam yang lazim digunakan adalah:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Salam merupakan doa keselamatan dan bentuk penghormatan kepada penghuni rumah. Islam juga menganjurkan umatnya untuk meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain.
Kedua, membaca basmalah, kemudian Surah Al-Ikhlas hingga selesai. Surah ini terdiri atas empat ayat yang menegaskan keesaan dan kesempurnaan Allah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia'." (QS Al-Ikhlas: 1–4)
Doa Memohon Rezeki dan Kemudahan Hidup
Selain membaca Surah Al-Ikhlas, terdapat doa yang dikutip dalam kitab Kaifa Takunu Ghoniyyan karya Habib Muhammad (Sa'ad) Al-'Aydrus. Doa tersebut dinukil sebagai berikut:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِي الْبَلَدِ بَيْنَ الْأَهْلِ وَالْوَلَدِ مِنْ غَيْرِ كَدٍّ وَلَا نَكَدٍ بِحَقِّ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Secara garis besar, doa tersebut berisi permohonan agar Allah memberikan rezeki di tempat tinggal, di tengah keluarga dan anak-anak, tanpa kesulitan serta kesusahan, dengan menyebut Surah Al-Ikhlas.
Doa ini merupakan doa yang dinukil dalam literatur amalan. Umat Islam dapat berdoa memohon rezeki dan kemudahan kepada Allah dengan bahasa apa pun yang dipahami, selama isi doanya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Namun, doa tersebut tidak boleh dipahami sebagai jaminan bahwa seseorang pasti memperoleh kekayaan tanpa usaha. Memohon rezeki tetap perlu disertai ikhtiar, bekerja melalui jalan halal, dan bertawakal kepada Allah.
Keutamaan Surah Al-Ikhlas dalam Islam
Terlepas dari riwayat khusus mengenai membaca Surah Al-Ikhlas saat memasuki rumah, keutamaan surah ini ditegaskan dalam hadis sahih.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah menjelaskan keutamaan Surah Al-Ikhlas yang nilainya sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an. (HR Al-Bukhari dan Muslim, dengan sejumlah redaksi riwayat.)
Keutamaan tersebut menunjukkan betapa agung kandungan Surah Al-Ikhlas yang menegaskan keesaan Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan mempelajari, membaca, dan menghayati maknanya.
Dalam urusan rezeki, seorang Muslim hendaknya menggabungkan doa dan ibadah dengan usaha yang sungguh-sungguh. Allah memerintahkan manusia untuk mencari karunia-Nya, sekaligus mengajarkan agar tidak berputus asa ketika menghadapi kesulitan.
Dengan demikian, membaca Surah Al-Ikhlas dapat menjadi bagian dari rutinitas ibadah dan pengingat akan keesaan Allah. Adapun kelapangan rezeki hendaknya dimohonkan dengan doa, diupayakan melalui cara yang halal, serta disikapi dengan syukur dan tawakal.
(wid)