Profesor AS: NATO Remehkan Senjata Nuklir Rusia Sama Saja Bunuh Diri

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:13 WIB
Profesor AS: NATO Remehkan Senjata Nuklir Rusia Sama Saja Bunuh Diri
Jeffrey Sachs, ekonom AS yang juga profesor Columbia University, mengkritik para pemimpin negara NATO di Eropa yang meremehkan senjata nulir Rusia. Foto/United Nations
A
A
A
MOSKOW - Jeffrey Sachs, ekonom Amerika Serikat (AS) yang juga profesor Columbia University, mengkritik para pemimpin negara NATO di Eropa yang mengancam Rusia—pemilik senjata nuklir terbesar di dunia—dengan berasumsi tidak akan ada konsekuensi apa pun. Menurutnya, meremehkan senjata nuklir Moskow sama saja menjurus pada tindakan bunuh diri.

Dalam wawancara dengan Afshin Rattansi di acara "Going Underground" yang ditayangkan Russia Today pada hari Senin (12/10/2026), Sachs menyebut sikap mengabaikan peringatan Rusia—bahwa konflik langsung dengan NATO dapat memicu perang nuklir—sebagai tindakan yang sangat gegabah.

"Negara-negara Eropa anggota NATO yang lebih kecil, yang kerap melontarkan retorika bermusuhan, bertindak mirip seperti Israel...bahkan jauh lebih ekstrem lagi," katanya.

Menurutnya, negara-negara Eropa itu selama ini meyakini bahwa AS akan melindungi mereka jika konflik nyata dengan Rusia benar-benar terjadi.

"Sebenarnya bukan begitulah cara dunia bekerja, dan mereka sangat gegabah serta bodoh karena berbicara dengan cara seperti itu," tegas Sachs.

Konfrontasi Barat yang lebih luas dengan Rusia—yang menurut Sachs dipicu oleh deklarasi NATO tahun 2008 bahwa Ukraina pada akhirnya akan menjadi anggota—mencerminkan bukan sekadar upaya mencari keuntungan dari perang, melainkan juga ketidakmampuan dan kepengecutan yang luar biasa. "Serta keengganan para politisi ini untuk mengakui kebenaran-kebenaran mendasar," paparnya.

Sachs juga mengkritik Presiden AS Donald Trump karena gagal menindaklanjuti kesepakatan yang dicapainya tahun lalu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meredakan konflik Ukraina.

Dia menyayangkan ketidakmampuan PBB dalam menjalankan perannya sebagai penjaga perdamaian dunia, seraya berpendapat bahwa Washington kerap mengabaikan aturan internasional.

"Pada dasarnya, Amerika Serikat mengatakan: 'Kami tidak mematuhi aturan apa pun'," ujarnya.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Profesor AS: NATO Remehkan Senjata Nuklir Rusia Sama Saja Bunuh Diri
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:13 WIB
Meski Berulang Kali Dikhianati Trump, 5 Alasan Eropa Masih Mendukung Ukraina
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:30 WIB
Untuk Pertama Kalinya, Putin dan Trump Sepakat Gulingkan Zelensky
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 19:32 WIB