PM Israel Benjamin Netanyahu sampaikan belasungkawa atas serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Namun, publik Arab Saudi merespons sinis. Foto/Mehr News Agency
RIYADH - Perdana Menteri (PM)
Israel Benjamin Netanyahu telah menyampaikan belasungkawa atas serangan rudal Houthi Yaman di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Namun, publik Arab Saudi merespons sinis ucapan simpati pemimpin rezim Zionis tersebut.
Netanyahu sebelumnya mengecam apa yang disebutnya sebagai "serangan teroris yang mengerikan" terhadap Bandara Internasional King Khalid, seraya menyatakan bahwa serangan itu menewaskan belasan orang dan melukai ratusan lainnya.
Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka.
"Atas nama rakyat Israel, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban tewas," ujar Netanyahu, seraya menambahkan bahwa terorisme harus dihadapi dengan ketegasan.
Alih-alih menerima, para warga kerajaan mengatakan bahwa Netanyahu tidak memiliki otoritas moral untuk mengecam serangan Houthi terhadap warga sipil di Arab Saudi.
Melalui media sosial, para warga Arab Saudi mempertanyakan kredibilitas Netanyahu mengingat operasi militer Israel serta banyaknya korban sipil Palestina di Jalur Gaza.
"Kemiripan antara Anda dan kelompok Houthi sungguh mencengangkan!" bunyi salah satu respons warga Arab Saudi pengguna media sosial, yang menuduh keduanya sama-sama mengeluarkan peringatan sebelum menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil. Komentator tersebut menambahkan bahwa peringatan semacam itu tidak melegitimasi tindakan yang mereka sebut sebagai aksi teror.
Ada juga warga lain yang berkomentar: "Kami tidak menginginkan belasungkawa Anda. Anda adalah teroris, tidak ada bedanya dengan kelompok Houthi."
Pihak lain menuduh Netanyahu munafik, di mana salah satu komentator menulis: "Anda adalah penjahat perang yang telah membunuh ribuan orang tak berdosa; jangan berpura-pura peduli pada Arab Saudi."
Sebuah tanggapan menolak pernyataan tersebut sebagai upaya manipulasi, serta menegaskan bahwa sikap penolakan Saudi terhadap Israel tidak akan berubah, apa pun yang dikatakan Netanyahu.
"Siapa Anda hingga berhak menghakimi siapa pun?" tanya seorang warga Arab Saudi pengguna media sosial, seraya menuding PM Israel tersebut sama sekali tidak memiliki "otoritas moral", sebagaimana dikutip dari
Roya News, Selasa (13/10/2026).
Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, dan upaya untuk mencapai kesepakatan normalisasi telah terhenti di tengah perang di Gaza serta perbedaan pendapat mengenai status kenegaraan Palestina.
Riyadh telah berulang kali menyatakan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa adanya jalan yang jelas menuju negara Palestina yang merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
(mas)