Gairah Balap Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton dan Berkah Ekonomi Ratusan UMKM. Foto: Istimewa
MANDALIKA - Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tidak hanya menyajikan persaingan sengit para pebalap kelas dunia di lintasan, tetapi juga sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Ajang balap motor megah yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 tersebut berhasil menyedot antusiasme hingga 157.875 penonton.
Kemeriahan pesta olahraga otomotif tahunan ini dirasakan langsung oleh ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lombok dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 202 pelaku UMKM di bidang kerajinan dan kuliner, serta lebih dari 600 stan UMKM memadati area bazar dan InJourney UMKM Expo di sekitar sirkuit untuk menyambut gelombang wisatawan domestik maupun mancanegara.
Para pelaku usaha melaporkan lonjakan omzet yang sangat signifikan sepanjang akhir pekan balapan. Sri Lestari, pemilik UMKM Riles Lestary yang menjajakan produk tenun modern khas Lombok, mengamankan rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah usahanya.
"Alhamdulillah, kita penjualan terbesar kemarin. Biasanya Rp2 juta sampai Rp4 juta, kemarin bisa sampai Rp10 juta," ungkap Sri.
Kisah manis juga datang dari sektor kuliner dan olahan lokal. Penjualan es kelapa segar milik Cocojel Lombok meledak di tengah teriknya cuaca Mandalika. Sementara itu, gerai kopi Epoh Roastery milik Sakha dan produk virgin coconut oil (VCO) Coco Sam milik Samsudin yang memberdayakan warga Desa Sukadana diserbu pembeli asing. Warung seafood lokal di sekitar kawasan sirkuit pun panen pembeli.
Secara keseluruhan, gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diproyeksikan menyumbang dampak ekonomi hingga Rp5 triliun. Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan UMKM lokal dalam setiap gelaran olahraga internasional demi memperkuat ekosistem pariwisata.
Dengan target aktivasi Sirkuit Mandalika hingga 200 hari dalam setahun, ajang balap internasional ini membuktikan bahwa olahraga tak sekadar menghadirkan juara di podium, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
(sto)