Israel ingin bantu Arab Saudi memerangi kelompok Houthi Yaman, namun ditolak Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Foto/Mehr News Agency
RIYADH - Israel telah menawarkan bantuan militer kepada Kerajaan Arab Saudi untuk memerangi kelompok
Houthi Yaman dengan harapan kedua negara dapat memulai proses normalisasi hubungan. Namun, tawaran itu ditolak Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Upaya Zionis Israel untuk ikut campur perang Arab Saudi melawan Houthi Yaman ini diungkap surat kabar
Haaretz, Selasa (13/10/2026), yang mengutip dua pejabat diplomatik. Menurut laporan tersebut, Israel berusaha meyakinkan Arab Saudi melalui Amerika Serikat (AS).
Laporan itu juga menyebutkan tawaran bantuan Israel datang langsung dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pemimpin Zionis yang sudah lama mengincar normalisasi hubungan Israel dan Arab Saudi.
Salah satu sumber diplomatik menyatakan Pangeran Mohammed bin Salman memveto upaya Netanyahu. Alasannya, kerja sama dengan Israel tidak akan memberikan kesan yang baik di mata masyarakat Arab Saudi.
Sumber tersebut berpendapat bahwa selama Mohammed bin Salman tetap menolak, intervensi militer Israel di Yaman tidak akan terlaksana.
Yaman dilanda perang saudara yang bermula setelah Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014.
Arab Saudi kemudian memimpin koalisi pendukung Yaman yang diakui masyarakat internasional. Koalisi itu memulai intervensi militer pada Maret 2015. Pertempuran sejak itu mereda dengan kesepakatan gencatan senjata.
Namun, pertempuran kembali pecah sejak beberapa bulan lalu dan terus memanas dalam beberapa hari terakhir. Houthi yang didukung Iran menargetkan Arab Saudi dengan rudal balistik dan drone, dengan alasan bahwa mereka telah menjadi sasaran serangan.
Pada Senin malam, kelompok Houthi mengeklaim bahwa mereka telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik. Mereka juga mengeklaim telah menyerang Pangkalan Udara Khamis Mushait di Arab Saudi bagian selatan dengan drone.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa kelompoknya telah menembakkan rudal balistik ke bandara tersebut, seraya mengeklaim serangan itu akurat.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengumumkan pencegatan dan penghancuran rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi ke arah Riyadh, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pengumuman koalisi tersebut bertepatan dengan pernyataan Pertahanan Sipil Arab Saudi bahwa bahaya telah berlalu di Riyadh, beberapa menit setelah mereka mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi bahaya.
Dalam pernyataan yang sama, Saree mengatakan kelompoknya juga telah melancarkan serangan drone terhadap Pangkalan Udara Khamis Mushait. "Serangan ini menghantam target secara langsung," katanya.
Belum ada komentar segera dari pihak Arab Saudi terkait klaim serangan terhadap Pangkalan Udara Khamis Mushait.
(mas)