Houthi: AS Akan Hadapi Serangan Menyakitkan Jika Gabung Arab Saudi dalam Perang Yaman!

img-redaksi Muhaimin
Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:00 WIB
Houthi: AS Akan Hadapi Serangan Menyakitkan Jika Gabung Arab Saudi dalam Perang Yaman!
Rekaman CCTV yang dirilis Arab Saudi menunjukkan detik-detik rudal Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 10 Oktober 2026. Serangan ini menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Foto/The Guardian
A
A
A
RIYADH - Kelompok Houthi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Washington akan menghadapi "serangan menyakitkan" jika bergabung dengan Arab Saudi dalam perang di Yaman. Peringatan ini muncul setelah Arab Saudi meminta bantuan Washington untuk menghadapi kelompok tersebut di tengah serangkaian serangan yang terus dilancarkan.

"Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan berlama-lama mempertimbangkan keputusan untuk membalas. Sebaliknya, akan ada respons cepat dan menyakitkan yang menargetkan AS dan seluruh kepentingannya di kawasan ini," kata Mohammed Al Bukhaiti, anggota biro politik Houthi, kepada AFP dalam sebuah wawancara yang dilansir Selasa (13/10/2026).

Dia kemudian memperingatkan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan fasilitas minyak Arab Saudi akan terus diserang. "Seluruh pegawai dan pekerja di fasilitas minyak serta bandara Arab Saudi agar menjauhi lokasi-lokasi tersebut karena kini telah menjadi sasaran yang sah," ujarnya.

Perang saudara di Yaman—yang melibatkan koalisi militer pimpinan Arab Saudi untuk mendukung pemerintah Yaman melawan Houthi yang didukung Iran—kembali berkobar pada Juli, beberapa bulan setelah konflik regional yang lebih luas mengguncang pasar energi dan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam krisis.

Houthi dengan cepat mulai menargetkan fasilitas minyak, kapal tanker, dan pusat transportasi Arab Saudi. Serangkaian serangan mematikan terhadap bandara di Riyadh turut mengguncang negara pengekspor minyak terbesar di dunia tersebut.

Ledakan kembali terdengar di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, pada Senin malam. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan telah mencegat sebuah rudal Houthi, sementara kelompok tersebut mengeklaim kembali menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Beberapa waktu kemudian, koalisi mengumumkan telah mencegat dua rudal balistik di wilayah selatan kerajaan, dekat perbatasan dengan Yaman.

Dalam pernyataan yang diunggah di X, koalisi tersebut mengatakan,"Pasukan mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi menuju Khamis Mushait." Kota tersebut merupakan lokasi pangkalan militer Arab Saudi yang sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan Houthi.

Setelah serangan pada Sabtu di Bandara Internasional King Khalid yang menewaskan 13 orang, Presiden AS Donald Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Arab Saudi terhadap Houthi. Sebelumnya, Trump dilaporkan telah menolak sejumlah permintaan bantuan dari kerajaan tersebut.

"Houthi berperilaku sangat buruk. Mereka berperilaku sangat buruk. Tidak baik," kata Trump pada Senin.

Serangan pada Sabtu di Bandara Internasional King Khalid merupakan serangan paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Serangan itu juga menyebabkan ratusan orang terluka.

Trump mengatakan serangan tersebut tidak dapat diterima dan menyatakan akan berbicara dengan pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Kepada wartawan, Trump mengatakan AS akan mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam serangan Arab Saudi.

Operasional Bandara King Khalid masih dihentikan pada Senin.

Respons Serius Houthi



Bukhaiti mengatakan tujuan kampanye serangan terhadap sasaran-sasaran di Arab Saudi adalah mengirimkan pesan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman. "Bahwa dia tidak bisa lagi melancarkan agresi terhadap Yaman dari posisi yang aman," katanya.

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan dalam sebuah konferensi di Riyadh pada Senin, "Peristiwa-peristiwa terbaru telah menguji infrastruktur, institusi, rakyat, dan ketahanan kami."

"Peristiwa dalam beberapa pekan terakhir sangat serius. Respons kami harus sama seriusnya," ujarnya.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV serangan pada Sabtu yang dirilis otoritas Arab Saudi memperlihatkan para jemaah Muslim yang mengenakan pakaian keagamaan sedang menunggu di ruang keberangkatan. Tiba-tiba, ledakan mengguncang bangunan tersebut dan menjatuhkan puing-puing yang terbakar.

Situasi di Riyadh masih tegang pada Senin. Stasiun televisi pemerintah Al Ekhbariya melaporkan bahwa koalisi militer sedang merespons ancaman serangan drone dan rudal.

Pada malam hari, telepon seluler warga menerima peringatan darurat pemerintah dengan suara keras yang memperingatkan adanya "ancaman udara musuh", sebelum pengumuman mengenai keberhasilan pencegatan rudal.

Peringatan tersebut menunda dimulainya pertandingan sepak bola antara klub Neftchi Fergana dari Uzbekistan dan klub Arab Saudi, Al Nassr, yang diperkuat megabintang Portugal Cristiano Ronaldo.

Itu merupakan penggunaan pertama sistem peringatan melalui telepon seluler di Riyadh dalam beberapa pekan terakhir. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan sistem tersebut tidak digunakan selama serangan yang menargetkan ibu kota dalam beberapa hari sebelumnya.

Houthi juga mengatakan telah menargetkan pangkalan militer Khamis Mushait di wilayah selatan Arab Saudi menggunakan drone.

Penerbangan Dihentikan



Kedutaan Besar AS di Arab Saudi menyatakan bahwa pegawai pemerintah AS harus mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum menggunakan bandara mana pun di kerajaan tersebut. Kedutaan juga mendesak warga negara AS untuk sangat berhati-hati jika memutuskan bepergian melalui udara.

Perwakilan diplomatik AS itu juga menyatakan bahwa warga negara Amerika telah ditahan karena mengambil foto peristiwa-peristiwa terbaru di Arab Saudi.

Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab (UEA), mengumumkan pada Senin bahwa pihaknya membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan. Maskapai tersebut juga menghentikan sementara penerbangan ke Dammam dan Jeddah.

Maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, mengatakan turut membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga Sabtu.

Sementara itu, maskapai AS, Delta Air Lines, mengumumkan penundaan peluncuran penerbangan langsung dari Atlanta ke Riyadh yang sebelumnya dijadwalkan pada 23 Oktober.

Meskipun telah menggelontorkan dana besar untuk membeli perangkat keras militer, serangan Houthi terhadap fasilitas minyak, militer, dan transportasi di seluruh wilayah Arab Saudi yang luas dan sebagian besar berupa gurun terus membebani sistem pertahanan negara tersebut.

Thomas Juneau, analis keamanan dari University of Ottawa, mengatakan bahwa meskipun sistem pertahanan Saudi telah mencatat sejumlah keberhasilan, luasnya wilayah negara itu membuat perlindungan menyeluruh menjadi sangat sulit.

"Arab Saudi begitu luas sehingga mustahil bagi mereka untuk terus-menerus mempertahankan seluruh wilayahnya," katanya.

Riyadh memimpin koalisi internasional yang memberikan dukungan militer kepada pemerintah Yaman sejak 2015. Dukungan tersebut mencakup upaya mengendalikan wilayah udara Yaman dan bandara di Sanaa, ibu kota yang dikuasai Houthi.

Juneau mengatakan, "Houthi kini ingin melakukan terhadap Arab Saudi apa yang selama ini dilakukan Arab Saudi terhadap mereka."

Perang saudara yang telah berlangsung lama di Yaman telah menciptakan krisis kemanusiaan yang mengakar di negara miskin tersebut.

Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker Turk, mengatakan dirinya terkejut dan sangat prihatin atas serangan berulang terhadap Arab Saudi. Namun, dia mendesak kedua pihak untuk menahan diri.

"Pertempuran yang terus berlanjut hanya akan menimbulkan penderitaan lebih lanjut tanpa ada akhir yang terlihat," ujarnya.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Mungkinkah Negara-negara Arab Bersatu Melawan Houthi?
International
Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:30 WIB