Cristiano Ronaldo terancam sanksi disiplin setelah meninggalkan kamp latihan
Timnas Portugal di tengah agenda UEFA Nations League. Hukuman yang menanti kapten Portugal itu disebut bisa berupa larangan bermain selama satu hingga enam bulan, disertai denda.
Ronaldo meninggalkan kamp tim pada 29 September 2026. Keputusan tersebut memicu polemik setelah dirinya mengungkapkan kekecewaan terhadap pelatih Jorge Jesus.
Ronaldo mengaku merasa dibohongi karena dijanjikan kesempatan bermain setelah menjalani pemanasan selama 30 menit. Ia juga menyoroti sikap Jesus yang dinilai tidak meminta maaf secara terbuka di hadapan awak media.
Media Portugal, Record, melaporkan bahwa tindakan Ronaldo berpotensi berujung pada sanksi larangan memperkuat tim nasional selama satu hingga enam bulan. Namun, hingga kini, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) belum mengumumkan keputusan resmi terkait perkara tersebut.
Ketua FPF Pedro Proenca memastikan proses disipliner tetap berjalan. Meski demikian, federasi masih membuka peluang bagi Ronaldo untuk kembali memperkuat Portugal pada jeda internasional November mendatang.
"Ini adalah saatnya untuk tetap tenang," kata Proenca.
"Kami semua sedang duduk bersama untuk membahas hal ini. Ada keinginan kuat agar kapten kami (Ronaldo-red) bisa kembali bersama kami. Proses disipliner yang wajar akan tetap berjalan," ujarnya.
Dengan proses yang masih berlangsung, Ronaldo diperkirakan tidak akan menerima hukuman maksimal. Sanksi larangan bermain selama satu bulan disebut-sebut menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas terkait.
(sto)