Aplikasi Bantu Organisir Kelompok Olahraga hingga Bangun Tata Kelola Komunitas Tetap Terhubung. Foto: SINDOnews
JAKARTA - Mengorganisir kelompok olahraga hingga mengelola iuran, kehadiran anggota, dan agenda kegiatan kini dapat dilakukan melalui aplikasi digital. PT Technosoft Indo Prima meluncurkan One Partner, aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan komunitas sekaligus membangun tata kelola yang saling terhubung.
One Partner diperkenalkan bersama aplikasi Tata Warga dalam talkshow bertema Smart Community Powered by AI di kantor Research and Development (R&D) PT Technosoft Indo Prima di Cibinong, Bogor, Minggu (11/10). Jika One Partner menyasar berbagai komunitas, mulai dari kelompok olahraga, PKK, organisasi sosial, komunitas keagamaan, hingga lingkungan kampus, Tata Warga difokuskan pada administrasi dan pelayanan di tingkat RT/RW.
Director PT Technosoft Indo Prima Deden Rahmawan mengatakan, kedua aplikasi tersebut tidak sekadar menghadirkan layanan digital, tetapi juga menjadi upaya membangun tata kelola komunitas yang terhubung. Pemanfaatan AI diharapkan membuat pengelolaan kegiatan dan pelayanan lebih praktis, cepat, serta mudah diakses.
"AI menjadi sarana untuk mengolah pengetahuan dan memperluas kemampuan manusia. Namun, manusialah yang tetap menentukan arah, menetapkan tujuan, dan memberikan makna bagi setiap inovasi teknologi," kata Deden kepada wartawan, Senin (12/10).
Melalui One Partner, pengelola komunitas dapat memanfaatkan fitur pendataan anggota, pengelolaan iuran dan pembayaran, penyelenggaraan acara, pencatatan kehadiran, arisan, koperasi, hingga marketplace. Fitur tersebut dapat mendukung aktivitas kelompok olahraga, misalnya untuk mendata anggota, mengatur agenda latihan, mencatat kehadiran, serta mengelola iuran secara lebih terorganisasi. Aplikasi ini juga memfasilitasi pertukaran informasi dan transaksi produk maupun jasa antaranggota.
Kedua aplikasi tersebut dapat diakses melalui perintah suara. Pada One Partner, anggota juga dapat memperoleh informasi administrasi komunitas, termasuk status pembayaran iuran. Sementara itu, Tata Warga menyediakan fitur pendataan warga, pengumuman, pembayaran iuran, pengurusan surat, pengaduan, agenda kegiatan, pemungutan suara, laporan, dan marketplace warga.
Tata Warga turut dilengkapi tombol SOS yang mengirimkan notifikasi kepada ketua RW, ketua RT, serta koordinator keamanan atau petugas keamanan lingkungan. Fitur ini juga terhubung dengan layanan darurat 110 dan layanan pemadam kebakaran.
Ketua DPW Ikatan Ahli Informatika Indonesia Nusantara (IAIIN) Jakarta, Arief Wibowo, menilai inovasi digital dapat memperkuat konektivitas masyarakat dan komunitas. Namun, pemanfaatan teknologi perlu diimbangi peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakannya secara produktif.
"Dengan adanya inovasi dan teknologi, masyarakat berdaya, Indonesia akan sejahtera," ujarnya.
Pakar keamanan siber Yehu Wangsajaya mengapresiasi pengembangan kedua aplikasi tersebut sebagai karya anak bangsa. Ia juga menyoroti potensi pengembangan fitur darurat untuk memperkuat koordinasi antara warga, pengelola lingkungan, dan aparat.
Dalam acara peluncuran tersebut, Ketua RW 01 Sukahati, Ma'mun Adizi, turut membagikan pengalamannya sebagai pengguna awal Tata Warga. Ia menjelaskan bagaimana teknologi digital dapat membantu mempermudah administrasi dan pelayanan di lingkungan masyarakat.
PT Technosoft Indo Prima menyatakan One Partner dan Tata Warga tersedia melalui Apple App Store dan Google Play Store sesuai ketersediaannya. Masyarakat dapat mencoba kedua aplikasi tanpa biaya selama enam bulan sejak periode peluncuran. Informasi lebih lanjut mengenai Tata Warga dapat diakses melalui tatawarga.co.id, sedangkan One Partner melalui OnePartner.id.
Melalui kedua aplikasi tersebut, perusahaan berharap digitalisasi tidak hanya mempermudah pekerjaan administratif, tetapi juga memperkuat koordinasi, partisipasi anggota, dan kolaborasi antarkomunitas. Dengan tata kelola yang lebih terorganisasi, kelompok olahraga maupun komunitas lainnya diharapkan dapat menjalankan kegiatan secara lebih efektif dan membangun jaringan yang saling terhubung.
(sto)