Netanyahu Marah setelah 24 Informan Israel Bocorkan Kejahatan Perang Gaza dalam Film NAZA

img-redaksi Muhaimin
Senin, 12 Oktober 2026 - 14:21 WIB
Netanyahu Marah setelah 24 Informan Israel Bocorkan Kejahatan Perang Gaza dalam Film NAZA
PM Benjamin Netanyahu marah setelah 24 informan militer Israel bocorkan kejahatan perang di Gaza dalam film NAZA. Foto/gov.il
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu marah dan meminta penyelidikan terhadap sumber-sumber anonim yang ditampilkan dalam film dokumenter perang Gaza berjudul "NAZA". Film yang mengungkap kejahatan perang militer Israel ini meraih penghargaan di Festival Film Venesia.

Film ini didasarkan pada kesaksian dari 24 informan militer Israel yang tidak disebutkan namanya, yang menyatakan militer membunuh banyak warga sipil di Gaza menggunakan sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan (AI).

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu malam ini meminta kepala staf militer Israel, kepala Shin Bet (intelijen domestik), dan jaksa negara untuk memulai penyelidikan menyeluruh yang menargetkan para partisipan dalam film 'NAZA' serta menuntut mereka secara hukum," demikian pernyataan kantor Netanyahu.

"NAZA" mengambil namanya dari istilah militer Israel untuk korban sipil yang diperkirakan akan jatuh dalam serangan udara, sebuah singkatan dari frasa Ibrani yang berarti "kerusakan tambahan (collateral damage)".

Setelah memenangkan penghargaan khusus juri di Festival Film Venesia, film "NAZA" mendapat sambutan meriah berupa tepuk tangan sambil berdiri atau standing ovation selama 25 menit yang mencetak sejarah. Film ini menuai pujian di seluruh dunia karena mengungkap besarnya kekejaman Israel di Gaza, namun juga memicu badai politik di Israel.

"Film ini menceritakan kisah yang keliru, menyesatkan, dan bias yang mencemarkan nama baik Negara Israel dan militernya di mata dunia," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip dalam pernyataan kantornya, Senin (12/10/2026).

Sebelumnya, dia telah menyatakan niatnya untuk mendukung undang-undang yang mencabut kewarganegaraan orang-orang yang mencemarkan nama baik tentara Israel.

Kampanye militer Israel di Gaza—yang oleh para akademisi dan kelompok hak asasi manusia dinilai sebagai genosida—telah menewaskan lebih dari 74.000 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah kantong Palestina tersebut.

Perang di Gaza juga telah meluluhlantakkan sistem layanan kesehatan di wilayah tersebut, menyebabkan sebagian besar penduduk mengungsi, dan meratakan seluruh kawasan permukiman hingga rata dengan tanah.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
5 Negara yang Mengeluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 16:15 WIB
Sejarah Houthi, dari Pemberontak Yaman hingga Menyerang Bandara Arab Saudi
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 15:08 WIB