5 Negara yang Mengeluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Senin, 12 Oktober 2026 - 16:15 WIB
5 Negara yang Mengeluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi
Sebanyak lima negara keluarkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi. Foto/X
A
A
A
MEKKAH - Beberapa negara memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Arab Saudi menyusul serangkaian serangan Houthi terhadap bandara-bandara di kerajaan tersebut.

Pada hari Senin, Australia dan Selandia Baru menjadi negara terbaru yang mengeluarkan imbauan untuk tidak bepergian ke kerajaan tersebut, menyusul peringatan serupa dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.Peringatan ini muncul saat Arab Saudi tengah menghadapi dampak dari lima serangan terhadap bandar udaranya dalam waktu kurang dari satu minggu.

Satu orang tewas dan 11 lainnya terluka pada hari Minggu ketika sebuah proyektil menghantam Bandara Internasional King Khalid, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi.

Serangan Houthi di bandara yang sama pada hari Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, menjadikannya serangan paling mematikan terhadap Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas keempat serangan terhadap bandara Saudi sebelum serangan hari Minggu, yang hingga kini belum diklaim oleh kelompok mana pun.

Bandara Internasional King Khalid dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam tetap ditutup pascaserangan tersebut, yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap penerbangan di seluruh Timur Tengah.

Serangan-serangan itu juga mengganggu penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.

Lebih dari 150 penerbangan dibatalkan dan 374 penerbangan ditunda di bandara Jeddah pada hari Minggu, menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24.

5 Negara yang Mengeluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

1. Australia

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan bahwa warga Australia sebaiknya menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan "mempertimbangkan kembali" perjalanan ke bandara-bandara Saudi lainnya.

2. Selandia Baru

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mendesak warganya untuk tidak bepergian ke pintu gerbang utama ibu kota Saudi serta provinsi Najran, Jazan, dan Asir dengan alasan apa pun, dan menghindari perjalanan yang "tidak mendesak" ke Arab Saudi secara keseluruhan.

3. Amerika Serikat

Kedutaan Besar AS di Riyadh pada hari Minggu menyarankan warga AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke kerajaan tersebut, dengan alasan adanya ancaman serangan oleh Iran dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Global Affairs Canada mengeluarkan imbauan agar tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah mana pun di Arab Saudi.

4. Korea Selatan



Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyarankan warganya yang berada di Arab Saudi untuk meninggalkan negara itu kecuali jika mereka memiliki urusan penting, serta mengimbau siapa pun yang berencana bepergian ke kerajaan tersebut untuk membatalkan perjalanan mereka.

5. Inggris

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jeddah dan Dammam, serta ke semua bandara selain Bandara Internasional Madinah, kecuali untuk alasan yang mendesak.

Brendan Sobie, seorang analis dan konsultan independen yang berbasis di Singapura, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi dampak serangan tersebut terhadap penerbangan di kawasan itu dan wilayah lainnya.

"Seperti halnya perang Iran dan dampak krisis tersebut terhadap UEA, Kuwait, dan Bahrain, dampak dari krisis terbaru ini sangat bergantung pada berapa lama krisis berlangsung, berapa lama bandara Riyadh tetap ditutup, serta berapa lama dan sejauh mana pembatasan diberlakukan setelah bandara dibuka kembali," ujar Sobie kepada Al Jazeera.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
5 Negara yang Mengeluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 16:15 WIB
Sejarah Houthi, dari Pemberontak Yaman hingga Menyerang Bandara Arab Saudi
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 15:08 WIB