5 Alasan Iran Khawatir Perang Houthi Vs Saudi Bisa Lepas Kendali, Milisi Syiah di Yaman Bukan Proksinya

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:10 WIB
5 Alasan Iran Khawatir Perang Houthi Vs Saudi Bisa Lepas Kendali, Milisi Syiah di Yaman Bukan Proksinya
Iran khawatir perang Houthi vs Saudi bisa lepas kendali. Foto/X
A
A
A
SANAA - Trita Parsi, Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, mengungkapkan Iran khawatir eskalasi konflik Houthi-Saudi bisa 'lepas kendali'.

5 Alasan Iran Khawatir Perang Houthi Vs Saudi Bisa Lepas Kendali, Milisi Syiah di Yaman Bukan Proksinya

1. Iran Menawarkan Dialog Saudi dan Houthi

Ia mengatakan bahwa Iran menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman karena Iran "memiliki alasan kuat untuk berupaya mencegah situasi ini menjadi semakin tidak terkendali".

"Meskipun Iran diuntungkan oleh kemampuan Houthi dalam memberikan tekanan tambahan terhadap pasar minyak, misalnya, mereka juga khawatir situasi ini akan lepas kendali," ujarnya.

2. Houthi Bukan Proksi Iran

Sebagian dari kekhawatiran tersebut muncul karena adanya batasan pada pengaruh Iran. Meskipun Teheran mendukung Houthi, "sangat jelas bahwa mereka bukanlah proksi," kata Parsi. "Mereka independen."

Akibatnya, "ada kekhawatiran di pihak Iran bahwa situasi ini bisa lepas kendali dengan cara yang tidak menguntungkan bagi Teheran".

3. Pengaruh Iran Terbatas

Ia mencatat bahwa Iran telah mendorong gencatan senjata regional dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan AS pada bulan Juni. "Saat itu, hal tersebut terutama merujuk pada Lebanon. Namun kini, cakupannya juga mencakup Yaman."

Meski demikian, Parsi mengingatkan bahwa pengaruh Teheran memiliki batasan. "Tidak jelas apakah pihak Iran memiliki daya tawar yang cukup untuk menekan Houthi agar menyetujui gencatan senjata jika Houthi tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, yaitu pencabutan blokade [Saudi]," katanya.

4. Pasukan Pemerintah Yaman yang Didukung Saudi Menguat

Serangan udara oleh pasukan pemerintah Yaman memperluas cakupan operasinya dengan menyasar sejumlah posisi dan konsentrasi pasukan Ansar Allah Houthi di front timur dan timur laut kota Taiz.

Melansir Al Jazeera, serangan tersebut mencakup front Al Qasr—di mana sekitar tiga serangan udara dilancarkan—serta serangan di front timur laut, khususnya di wilayah Usayfirah.

Dari front-front inilah kelompok Houthi melancarkan serangan berskala besar pada hari Sabtu terhadap posisi-posisi yang dikuasai pasukan pemerintah Yaman. Serangan tersebut berlangsung selama berjam-jam dan melibatkan berbagai jenis senjata, serta disertai dengan gempuran artileri intensif dari kelompok Houthi. Pasukan pemerintah berhasil memukul mundur serangan-serangan tersebut di berbagai front secara bersamaan, serta menimbulkan korban jiwa dan kerugian peralatan di pihak pejuang Houthi.

Sumber-sumber di lapangan juga melaporkan terus berdatangannya bala bantuan bagi pasukan pemerintah, khususnya di front al-Shaqab dan al-Aqrud.

Pertempuran masih berlangsung sengit di front selatan dan barat, serta di front-front yang mengelilingi kota tersebut.

Situasi ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi pemerintah, terutama di sepanjang pantai barat serta di distrik Dhubab dan al-Waziiya, di mana pasukan pemerintah telah melancarkan operasi yang mencakup distrik-distrik pesisir hingga ke wilayah pegunungan di belakangnya.

5. Serangan Saudi ke Basis Houthi Terus Berlangsung

Kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan adanya serangan udara di distrik Hamdan, Provinsi Sanaa, serta dua serangan di Jalan al-Zurbi, distrik Hayfan, Taiz.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Sebelumnya, kantor berita itu melaporkan bahwa tiga warga sipil terluka dalam serangan terhadap sebuah rumah di distrik Salah, Taiz. Pihaknya menuding pasukan Saudi sebagai pelaku serangan tersebut.

Serangan lain di Sanaa pada hari Minggu menewaskan seorang anak dan melukai enam orang lainnya, menurut laporan kantor berita tersebut.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi menyatakan bahwa setidaknya 272 orang telah tewas sejak eskalasi permusuhan pada 3 September 2026.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Iran: Eskalasi di Timur Tengah Hanya Menguntungkan Israel
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 21:35 WIB
Riyadh Dibombardir Houthi, MBS Sembunyi di Bunker dengan Penjagaan Ketat
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:18 WIB
Arab Saudi Hadapi Pilihan Sangat Sulit dalam Perang Melawan Houthi
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 18:20 WIB