Zelensky Jawab Desakan Lengser dari Trump: 'Terserah Rakyat Kami untuk Pilih Pemimpin'

img-redaksi Muhaimin
Senin, 12 Oktober 2026 - 13:13 WIB
Zelensky Jawab Desakan Lengser dari Trump: Terserah Rakyat Kami untuk Pilih Pemimpin
Presiden Volodymyr Zelensky nyatakan Ukraina siap gelar pemilu jika Rusia setuju gencatan senjata 60 hari. Foto/X @ZelenskyyUa
A
A
A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah merespons desakan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar dirinya lengser. Dia menyatakan bahwa Ukraina bisa saja menggelar pemilu jika Rusia menyetujui gencatan senjata selama 60 hari.

Ketegangan kembali memuncak setelah Trump pada hari Jumat mengumumkan akan menangguhkan sanksi terhadap pasokan besar solar Rusia demi membantu menurunkan harga bahan bakar menjelang pemilu sela AS November mendatang.

Pada hari Sabtu, Trump melontarkan kritik keras terhadap Zelensky terkait serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia—yang menurutnya berkontribusi pada lonjakan harga solar—dan menyerukan agar Zelensky digantikan oleh pemimpin yang mampu mengakhiri perang.

"Pertama-tama, dengan segala hormat kepada Presiden Trump, terserah pada masyarakat dan rakyat kami untuk memilih pemimpin mana pun," ujar Zelensky kepada ABC News dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi pada hari Minggu (11/10/2026).

Zelensky mengatakan bahwa dia telah menyampaikan kepada tim Trump bahwa jika mereka benar-benar menginginkan Ukraina menggelar pemilu—yang pertama sejak invasi Rusia dimulai pada tahun 2022. "Maka tolong sampaikan kepada Putin agar memberi kami waktu dua bulan, gencatan senjata total selama 60 hari, dan kami akan menyelenggarakan pemilu," paparnya.

Langkah Trump untuk menangguhkan sementara sanksi minyak Rusia telah memicu reaksi keras, tidak hanya dari Ukraina tetapi juga dari banyak sekutu AS di Eropa, bahkan dari sebagian kalangan di Partai Republik sendiri.

Zelensky menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari AS dan berharap perselisihan terbaru ini tidak merusak "persatuan" di antara sekutu-sekutu Ukraina.

"Untuk menghentikan Putin—dan menurut saya inilah tujuan utamanya, menghentikan dia, inilah hal yang paling penting, menghentikan perang ini...kami mengandalkan dukungan Amerika," ujarnya.

"Selain itu, tentu saja, kami mengandalkan mitra-mitra Eropa kami, dan saya berharap kita dapat menjaga persatuan ini, antara Eropa dan AS," imbuh dia, sembari mengakui bahwa hal itu sama sekali tidak mudah.

Dia juga menegaskan kembali bahwa Ukraina siap untuk melakukan gencatan senjata—termasuk yang terbatas pada infrastruktur energi saja—jika Rusia menyetujuinya. Menurutnya, serangan besar-besaran Rusia dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa negara itu tidak merasakan tekanan nyata untuk mengakhiri perang.

"Pekan ini sangat berat bagi kami, tidak hanya secara geopolitik. Terutama karena serangan masif—serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil kami," katanya.

"Mereka menyerang sektor energi kami sebanyak 196 kali—khususnya listrik—ditambah 20 kali serangan terhadap sektor gas dan minyak, serta menewaskan 153 warga sipil sejauh ini," ujar Zelensky.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
PM dan Menhan Polandia Hendak Dibunuh, Ada Apa dengan Negara NATO Ini?
International
Senin, 12 Oktober 2026 - 09:18 WIB
Horor, Seorang Pria Tewas Diterkam Harimau di Kebun Binatang Inggris
International
Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:25 WIB