Jumadil Awal 1448 H Tiba, Ini Doa dan Zikir untuk Memohon Keberkahan

img-redaksi Widaningsih
Senin, 12 Oktober 2026 - 11:36 WIB
Jumadil Awal 1448 H Tiba, Ini Doa dan Zikir untuk Memohon Keberkahan
Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Salah satu amalan yang dapat dilakukan ketika melihat hilal atau bulan sabit pertama adalah membaca doa yang diriwayatkan dari Talhah bin Ubaidillah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Memasuki bulan Jumadil Awal 1448 Hijriyah, umat Islam dapat menjadikan pergantian bulan sebagai momentum untuk memperbanyak doa, berzikir, memohon ampunan, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriyah. Salah satu amalan yang dapat dilakukan ketika melihat hilal atau bulan sabit pertama adalah membaca doa yang diriwayatkan dari Talhah bin Ubaidillah.

Selain itu, umat Islam dapat memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan selawat sebagai bentuk mengingat Allah sekaligus ungkapan syukur atas kesempatan menjalani bulan yang baru.

Perlu diketahui, tidak ada ketentuan zikir khusus yang diwajibkan untuk memasuki bulan Jumadil Awal. Doa dan bacaan zikir berikut dapat diamalkan sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.

1. Doa Melihat Hilal Awal Bulan Jumadil Awal

Doa melihat hilal diriwayatkan dalam hadis dari Talhah bin Ubaidillah. Doa ini berisi permohonan agar hilal yang terlihat menjadi pertanda datangnya keamanan, keimanan, keselamatan, dan kebaikan.

Berikut bacaan doa melihat hilal dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ، هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ


Latin: Allāhumma ahillahu 'alainā bil-amni wal-īmān, was-salāmati wal-islām. Rabbī wa rabbukallāh, hilālu rusydin wa khair.

Artinya: "Ya Allah, tampakkanlah hilal ini kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Wahai hilal, semoga engkau membawa petunjuk dan kebaikan."

Doa tersebut dapat dibaca ketika melihat hilal awal bulan Hijriyah. Redaksi doa dalam sejumlah riwayat memiliki sedikit perbedaan, tetapi secara umum mengandung permohonan keamanan, keimanan, keselamatan, dan kebaikan.

Doa ini tidak dikhususkan untuk bulan Jumadil Awal saja, melainkan berkaitan dengan kemunculan hilal pada pergantian bulan Hijriyah secara umum.

2. Doa Memohon Kebaikan dan Keberkahan Bulan Jumadil Awal

Selain membaca doa melihat hilal, umat Islam dapat memanjatkan doa pribadi untuk memohon keberkahan umur, kesehatan, rezeki yang halal, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah.

Berikut contoh doa yang dapat dibaca dalam bahasa Indonesia.

Bacaan doa:

"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan untuk kembali memasuki bulan baru dalam kalender Hijriah.

Ya Allah, berkahilah waktu dan umur kami. Bimbinglah kami agar senantiasa berada di jalan yang Engkau ridai. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, keluarga kami, serta seluruh kaum Muslimin.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kesehatan, keselamatan, rezeki yang halal dan berkah, hati yang tenang, serta kekuatan untuk menjalankan ibadah dan melakukan kebaikan.

Jauhkanlah kami dari segala keburukan, perselisihan, kesulitan yang tidak mampu kami hadapi, dan perbuatan yang menjauhkan kami dari rahmat-Mu.

Jadikanlah bulan Jumadil Awal ini sebagai kesempatan bagi kami untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, dan memberikan manfaat kepada sesama.

Ya Allah, terimalah doa dan amal ibadah kami. Bimbinglah kami agar senantiasa bersyukur atas nikmat-Mu dan bersabar dalam menghadapi setiap ujian. Amin ya Rabbal 'alamin."

Doa tersebut merupakan doa umum yang disusun dalam bahasa Indonesia, bukan bacaan khusus bulan Jumadil Awal yang diriwayatkan dari Rasulullah.

3. Zikir yang Bisa Diamalkan Memasuki Bulan Jumadil Awal

Memperbanyak zikir merupakan salah satu cara bagi seorang Muslim untuk senantiasa mengingat Allah. Bacaan dzikir berikut dapat diamalkan kapan saja, termasuk ketika memasuki bulan Jumadil Awal.

A. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ


Astaghfirullāhal 'azhīm.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung."

Istighfar merupakan ungkapan permohonan ampun atas dosa dan kekurangan diri. Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim diharapkan semakin menyadari kesalahan serta terdorong untuk memperbaiki perilakunya.

B. Membaca tasbih

سُبْحَانَ اللَّهِ


Subhānallāh.

Artinya: "Maha Suci Allah."

Tasbih mengandung makna menyucikan Allah dari segala kekurangan. Bacaan ini juga mengingatkan umat Islam akan kebesaran dan kesempurnaan Allah SWT.

C. Membaca tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ


Alhamdulillāh.

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Tahmid merupakan ungkapan syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah, termasuk kesehatan, kesempatan beribadah, rezeki, dan umur yang masih memungkinkan seseorang memperbaiki diri.

D. Membaca takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ


Allāhu akbar.

Artinya: "Allah Mahabesar."

Takbir menegaskan kebesaran Allah yang melampaui segala sesuatu. Bacaan ini dapat menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak menjadikan urusan dunia sebagai sesuatu yang melebihi ketaatan kepada-Nya.

E. Membaca tahlil

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ


Lā ilāha illallāh.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah."

Tahlil merupakan kalimat tauhid yang menegaskan keyakinan seorang Muslim bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Membacanya menjadi salah satu bentuk zikir untuk memperkuat keimanan.

F. Membaca selawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ


Allāhumma shalli 'alā Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad."

Membaca selawat merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Sering Ngopi? Ini Bacaan Doa dan Zikir Sebelum Minum Kopi
Kalam
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:15 WIB
Hukum Ngopi Menurut Islam, Kapan Bisa Menjadi Terlarang?
Kalam
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:45 WIB